Jumat , 19 Juli 2019
Home / Pemerintah / Jiwa Wirausaha Masyarakat Masih jadi Tantangan Pemprov NTB
Mustakim Biawan ketika melakukan dialog dengan Gubernur dan Wagub NTB

Jiwa Wirausaha Masyarakat Masih jadi Tantangan Pemprov NTB

MATARAM,DS-Etos kerja dan orientasi bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintahan Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah. cita-cita besar Bang Zul-Umi Rohmi untuk membawa NTB Gemilang berkiprah dikancah nasional dan global belum mendapat dukungan nyata dari bawah.

Pelaksanaan program-program unggulan yang luar biasa seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan kerja keras untuk membumikannya.

Dalam acara Jumpa Bung Zul-Umi Rohmi di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat pagi (12/7-2019), sejumlah tokoh dan ratusan masyarakat hadir untuk menyampaikan urun rembug serta kritik dan keluh kesah. Mulai dari masalah sampah dari komunitas Zero Waste, redahnya etos kerja dan semangat wira usaha, Koperasi dan UMKM, permohonan bantuan modal, bantuan operasional untuk koperasi syariah dan lain-lain. Hingga keluhan sulitnya mencari angkutan publik di dalam kota Mataram.

H. Lalu Mujitahid mengawali menyampaikan masukan kepada pasangan Bang Zul- Umi Rohmi. Beliau yang ikut merancang RPJMD NTB memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang yang menurutnya luar biasa.

Namun dalam perjalanan awal ini, Miq Muji sapaannya, menyayangkan bahwa program-program itu belum membumi. hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih sangat rendah.

Contoh kecil, ungkap mantan Bupati Lombok Barat itu, para pedagang kuliner dan asongan dari Cakra-hingga terminal bertais. “kalau kita data, para pedagang yang sangat laris itu sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB. Bahkan hanya hitungan jari saja jumlahnya. Itupun hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung,” ungkapnya.

Selebihnya adalah nasi padang, lamongan, bakso dan lain-lain yang hampir semua pelaku usaha itu bukan masyarakat lokal. Hal tersebut merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian. “Dari dulu hingga kini, hanya persoalan itu yang membuat IPM kita di NTB masih tertinggal. Hanya berada pada urutan kelima dari bawah. Bahkan kita berada dibawah IPM Provinsi NTT,” ujarnya seraya menambahkan perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global.

Miq Muji mengusulkan kepada Gubernur agar koperasi dan UMKM terus diperkuat sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Sementara itu, Firman, anggota komunitas surving dari Lakey Dompu, mengatakan bahwa pariwisata NTB merupakan surga bagi wisatawan mancanegara, khususnya para penggemar surving. Karena keindahan pantainya serta gelombang laut yang indah dan mendukung. Ia bahkan mengibaratkan kedatangan wisatawan pada musim-musim tertentu, seperti ummat muslim NTB yang naik haji ke tanah suci. “Maka wisatawan eropa justru berwisata pantai di NTB,” ujarnya. Karena itu, Firman meminta agar komunitas surving ini diberi dukungan modal untuk membentuk koperasi.

Berbeda dengan Firman, seorang mahasiswa Unram, justru mengeluhkan sulitnya transportasi publik di Kota Mataram. Ia berharap hal ini menjadi perhatian Gubernur.

Menanggapi beragam keluhan tersebut, Gubernur Dr. Zul menyampaikan tugas pemerintah sebenarnya lebih kepada memasilitasi, mendorong dan mengarahkan atau mengatur secara regulasi. Sedangkan terkait permodalan, pengembangan ekonomi dan bisnis, merupakan porsi tugas dari dunia usaha.

“Kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan semangat wira usaha sulit diwujudkan. Gak bakalan mungkin mau jadi pengusaha,” ungkap Gubernur. Padahal pedagang soto saja penghasilannya setiap hari bisa mencapai jutaan rupiah.

Orientasi inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk dibangun. Itulah sebabnya, NTB secara bertahap mengirim anak- anak muda yang hebat-hebat ke sejumlah negara seperti Polandia, sehingga kedepan akan lahir generasi yang memiliki semangat wirausaha yang hebat.

Gubernur menambahkan, dalam waktu dekat ini akan banyak event internasional di NTB, seperti perhelatan Motor GP kelas dunia tahun 2021 yang akan menghadirkan banyak tamu. “Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kita. Diisi oleh anak-anak muda kita dan koperasi UMKM untuk menggairahkan usaha bisnis mereka,” ujar Gubernur NTB yang didampingi Wagub, Umi Rohmi.

Selain Motor GP tahun 2021, juga mulai tahun ini, NTB akan dikunjungi banyak tamu. Misalnya bulan Agustus-September ini, NTB menjadi Tuan Rumah Asian Pasifik Geopark Network (APGN) yang dihadiri ratusan peserta geopart dari berbagai belahan negara di dunia.

“Moment itu sangat baik dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pengusaha maupun koperasi dan UMKM untuk membangkitkan usaha bisnisnya,” tegasnya.

Terkait pengembangan sektor pariwisata, Gubernur mengatakan, bahwa sektor itu menyangkut berbagai aspek yang perlu mendapatkan perhatian. “Sesungguhnya bukan hanya pantai dan obyek-obyek wisata saja, tetapi juga akses jalan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya harus disediakan,” kata Zul.

Bank NTB dimintanya membantu menyediakan permodalan dan mengasistensi bagi terwujudnya 1000 anak Muda menjadi pengusaha dan Wira usahawan. Juga, membangun etos kerja dan semangat wira usaha dikalangan pemuda. Demikian juga koperasi syariah agar berhubungan dengan bank NTB. “Dan bila perlu Bank NTB membuka layanan 24 jam,” ujarnya.

Pada acara yang dirangkai dengan penyerahan dana Jaminan Hidup (Jadup) untuk para korban Gempa Bumi itu, Wagub Umi Rohmi menambahkan bahwa berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat, baik terkait transportasi dan pariwisata maupun akses permodalan dan pembangunan sosial lainnya, tentu juga telah menjadi pemikiran pemerintah dan seluruh stake holder untuk tangani bersama-sama.

Terkait semangat wirausaha yang masih rendah, kata Umi Rohmi memang menjadi tantangan kita bersama untuk diatasi step by step.

Pengiriman anak-anak muda NTB yang luar biasa ke luar negeri untuk mengikuti pendidikan ke jenjang S2 dan S3, kata Umi Rohmi, adalah bagian yang terpisahkan dari upaya menyeluruh Pemda NTB untuk membangun wawasan dan etos kerja SDM agar memiliki semangat wira usaha yang baik. Disamping beasiswa luar negeri, semua aspek pembangunan di daerah, baik pendidikan menengah dan pendidikan tinggi maupun kesehatan dan penguatan karakter budaya mendapatkan porsi perhatian yang sama, terangnya.

“Semua kita perhatikan, diedukasi dan ditangani secara konferehensif dari hulu ke hilir,” ujarnya. Termasuk mengedukasi masyarakat di desa melalui revitalisasi posyandu. Kegiatan posyandu di setiap desa/dusun sebulan sekali akan digunakan untuk mengedukasi masyarakat, serta meningkatkan peran semua pihak untuk mewujudkan NTB Gemilang, tegas Wagub.

Wagub juga berharap apabila ada aspirasi dan keluhan warga yang belum sempat disampaikan pada forum silahturahmi seperti ini, agar disalurkan melalui aplikasi NTB Care. “InsyaAllah akan kita tindaklajuti dan carikan jalan penyelesainnya,” pungkas Umi Rohmi.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Komplek Kantor Bupati Lombok Utara Dibangun 2020

KLU, DS-Direncanakan pembangunan komplek kantor Pemerintahan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dibangun tahun 2020. “Pembangunan pusat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: