Senin , 23 September 2019
Home / Pemerintah / Global Hub Bandar Kayangan KLU Terkatung-Katung,Gubernur Surati Presiden Jokowi
Ridwansyah, Kepala Bappeda NTB

Global Hub Bandar Kayangan KLU Terkatung-Katung,Gubernur Surati Presiden Jokowi

MATARAM, DS – Pembangunan mega proyek Bandar Internasional (Global Hub) Kayangan di KLU dipastikan belum masuk dalam rencana tata ruang (RT) dan rencana wilayah (RW) nasional. Akibatnya, segala bentuk dukungan pendanaan untuk percepatan pembangunan fisiknya tak masuk dalam penganggaran yang bersumber melalui APBN.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwansyah, menegaskan, lantaran tidak masuk dalam RT/RW Nasional saat ini, pembangunan Global Hub Kayangan, KLU terkatung-katung.

“Kita akui, Global Hub Kayangan KLU belum masuk perioritas Pusat kok. Jadi, kami tidak mau berbicara sesuatu proyek yang tidak pastilah,” ungkapnya menjawab wartawan usai memimpin rapat percepatan pembangunan proyek di NTB di aula rapat Bappeda, Kamis (23/2).

Menurutnya, pembiayaan proyek tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Angkanya ditaksir mencapai Rp 200 triliun. Sehingga, jika mengandalkan dana yang bersumber dari APBD NTB maupun Pemkab KLU, sulit direalisasikan dalam waktu dekat ini.

Oleh karena itu, kendati telah memiliki sejumlah inves
tor besar dari luar negeri yang siap menggelontorkan dana mereka masuk kedalam bagian proyek Global Hub, jika tidak ada dokumen penetapan RT/RW Nasional, maka jelas hal itu sia-sia.

“Inilah dasar Pak Gubernur telah bersurat ke Presiden Jokowi pada Januari 2017 lalu. Tujuannya, agar revisi RT/RW Nasional juga mengakomodir Global Hub Kayangan KLU masuk didalamnya. Minimal, ada deskresi pak Presiden berupa terbitnya Perpres, karena pertimbangan sudah banyak investor yang siap masuk berinvestasi di Global Hub itu,” ujar Ridwansyah.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan NTB itu mengatakan, sambil menunggu surat Presiden soal revisi RT/RW Nasional itu turun, pihaknya juga tidak tinggal diam. Itu ditunjukkan, pada tanggal 3 Maret 2017 ini, direncanakan akan dihelat kegiatan forum investasi di hadapan 100 orang duta besar dan ratusan investor di hotel Westin Jakarta. Harapan dari kegiatan itu ada kepedulian pemerintah pusat untuk siap mengawal pembangunan Global Hub tersebut kedepannya.

“Insya Allah, pembicara forum temu investasi NTB di Jakarta itu adalah Menko Maritim, Kepala BKPM dan pak Gubernur yang akan melakukan presentasi kesiapan NTB dalam membangun Global Hub Kayangan KLU,” tandas Ridwansyah.

Diketahui, sejumlah perusahaan internasional yakni, Sanghai Corporotion dari China dan Port of Rotterdam dari Belanda memastikan kesiapannya membangun di Global Hub KLU. Saat ini, kedua perusahaan itu masih melakukan studi kelayakan pembangunan mega proyek tersebut. Jumlah dana yang harus dikucurkan untuk study kelayakan cukup besar mencapai miliaran rupiah.

Sanghai sendiri merupakan perusahaan terbesar kedua di Cina. Study kelayakan yang dilakukan dengan uang sendiri menunjukkan adanya keseriusan sebagai investor. Dimana, Port Of Rotterdam sudah memulai studi kelayakannya pada awal tahun 2016 lalu.

Direncanakan, pengembangan Global Hub akan difokuskan pada pembangunan pelabuhan dan kilang minyak. Untuk kilang minyak, sudah siap PT RIG yang bekerjasama dengan Cina dan Russia. Bentuk kerjsama kedua perusahaan beda negara tersebut adalah proyeknya dibangun dengan modal dari Cina tetapi teknologi dan bahan baku berasal dari Rusia.

Sementara, lahan yang sudah dipersiapkan. Yakni, pemkab KLU sudah menjamin ketersediaan lahan hingga 10 ribu hektar untuk pengembangan Global Hub. Bahkan dari 7.000 hektar yang dibutuhkan, pemkab mampu menyiapkan lahan mencapai 10.000 hektar.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Catatan 1 Tahun Pemerintahan Zul-Rohmi (2) Industrialisasi, Meretas Kebuntuan Kreativitas

Ketika musim panen tiba, Zulkarnaen kembali tersentak. Tumpukan nenas berdesakkan di dalam karung, menggunung bak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: