Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Pemerintah / Diskominfotik Masifkan sosialisasi NTB Gemilang di Dusun
Sosialisasi NTB Gemilang di tingkat dusun

Diskominfotik Masifkan sosialisasi NTB Gemilang di Dusun

LOTIM,DS-Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) terus memasifkan sosialisasi program unggulan NTB Gemilang kepada masyarakat di berbagai desa dan dusun.

Setelah menggelar sosialisasi bertajuk pesta rakyat tahun 2019 di sejumlah desa dan dusun di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu yang lalu, Kali ini (Kamis, 3/10-2019), Diskominfotik kembali menggelar pesta rakyat yang dikemas dalam pertunjukan rakyat Gendang Belek dan tari tradisional sasak di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulya  Kabupaten Lombok Timur.

Sosialisasi itu dipadukan dengan demo pengolahan sampah menjadi barang-barang yang mendatangkan berkah ekonomi bagi masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas, Kepala Seksi Publikasi Kominfotik NTB, Dudut Eko Juliawan, SKM. MPH, menyampaikan bahwa Pemprov NTB melalui visi NTB Gemilang dengan 6 misi yang dijabarkan dalam 60 program unggulan — salah satunya adalah NTB Asri dan Lestari  melalui program  Zero Waste (Bebas Sampah), yakni memilah dan mengolah sampah menjadi bermanfaat.

Menurut Dudut, program Zero Waste yang digagas Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., Mc dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd  menginginkan masyarakat NTB dapat menjaga lingkungan dengan mengelola sampah sehingga tidak mendatangkan musibah.

“Mendengar kata sampah, biasanya kita jijik, namun dengan cara mimilih dan memilah sampah organik dan non organik, ternyata memiliki nilai ekonomis, dapat menghasilkan uang,” katanya didepan masyarakat Dasan Lekong.

Mantan Kasi Promkes pada Dikes NTB ini juga menjelaskan Zero Waste dilakukan untuk mereduksi sampah, mengelola sampah dan minimalisir sampah, sehingga lingkungan terjaga. Bagaimana sampah bisa diolah menjadi barang-barang yang bisa jual untuk menghasilkan uang. Misalnya sampah plastik bisa diolah menjadi vaving blok, dan barang- barang berharga lainnya.

Disamping pengolahan sampah,  program lain yang tidak kalah pentingnya adalah program pembangunan dan pengembangan 99 desa wisata. Kebersihan dan  kelestarian lingkungan dengan desa wisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Syarat Desa wisata adalah Sapta Pesona, yakni bersih, indah, aman nyaman, lestari, sehat disamping juga masyarakatnya harus ramah serta industri dan seni budayanya berkembang dengan baik, ujar dudut.

Demikian juga kesehatan. Hidup sehat harus dimulai dari budaya dan perilaku hidup bersih dan sehat yang harus diwujudkan dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, tetangga, dasa wisma, dusun dan desa hingga kecamatan dan seterusnya, terang dudut.

Dudut juga menjelaskan tentang program revitalisasi Posyandu di setiap desa yang akan dikembangkan menjadi posyandu keluarga, yakni tempat yang tidak saja berfungsi untuk pelayanan kesehatan balita saja tetapi juga tempat mengatasi masalah-masalah lansia dan remaja lainnya seperti pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba, gizi buruk, perkawinan dini, termasuk penanganan masalah sampah dan lingkungan hutan.

Sedangkan untuk mewujudkan anak-anak NTB yang cerdas dan agar kelak menjadi generasi yang profesional, sukses dan mandiri, juga telah disediakan sejumlah program  pendidikan. Diantaranya beasiswa pendidikan luar negeri, pengembangan pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan lainnya untuk menghasilkan SDM terampil dan mandiri.

Sementara itu, Kasi Dokumentasi Informasi Tarmidzi, S.Kom., ME menambahkan tentang maraknya berita bohong di media sosial saat ini. Istilahnya hoax atau berita berupa informasi bohong yang sengaja dibuat untuk memecah dan membuat keresahan di masyarakat kita.

“Makanya kenali berita atau informasi itu dengan baik dan teliti, karena berita yang beredar di internet dengan menggunakan media sosial banyak yang hoax,” kata pria akrab disapa Ajik ini.

Kuncinya, kata Ajik adalah bijak dalam bermedia soaial, saring informasi sebelum di sharing atau bagikan kepada orang lain.

Kepala Desa Dasan Lekong, Lalu Muhammad Rajabul Akbar, menyampaikan terimakasih kepada Pemrov. NTB melalui Dinas Kominfotik NTB yang sudah memilih desanya sebagai media publikasi program NTB Gemilang

Sejalan dengan Program Pemrov NTB, Desa Dasan Lekong sebelumnya sudah menggagas program bebas sampah sejak awal 2018. Dijelaskan juga, awal dilantik sebagai Kades ia bersama masyarakat berkomitmen untuk mengangkat isu lingkungan.

Sehingga Kades bersama elemen masyarakat lainnya terus memberikan edukasi dan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan mengolah sampah.

Komitmen ini ia wujudkan dengan membentuk BUMDes yang memilki unit Bank Sampah, yang diberi nama, Bank Dampah Inges, kepanjangan dari Indah Nyaman Gemilang dan Sejahtera (Inges). Sehingga masyarakat mulai menyadari bahwa sampah memiliki manfaat yang mampu menghasilkan nilai ekonomis. Disamping dijual di bank sampah, sisa limbah ini juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang bernilai ekonomi kreatif.

“Pada awal 2018, Ibu Wagub sempat hadir saat lounching bank sampah di sini, kini desa kami bebas sampah,” tuturnya.

Sedangkan Camat, Lalu Muh. Irwan, yang diwakilkan Sekcam Lalu Rihiman Ramli mendukung penuh BUMDes Dasan Lekong dengan program bank sampahnya.

“Desa Dasan Lekong, kini terbangun dari tidur panjannya, mulai menata dan membangun desa dengan baik. Desa kita inipun Viral di Medsos karena program Zero Waste, Desa yang didaulat dengan desa terbersih sebagai percontohan,” kata Sekcam.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Delapan Pengungsi Kerusuhan Wamena Tiba di NTB

MATARAM,DS-Sebanyak delapan pengungsi kerusuhan Wamena, Papua, tiba di NTB. Kedatangan mereka disambut langsung Kepala Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: