Senin , 19 Agustus 2019
Home / Pemerintah / Cuaca Ekstrim Diprediksi Terjadi Hingga Akhir Januari di NTB  
Walikota Mataram H. Ahyar Abduh (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait imbauan pada warganya atas kondisi cuaca ekstrim

Cuaca Ekstrim Diprediksi Terjadi Hingga Akhir Januari di NTB  

MATARAM, DS –  Masyarakat di Wilayah Kota Mataram diimbau untuk berhati-hati dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Mataram.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, mengaku telah mengeluarkan imbauan terkait dampak cuaca ekstrim tersebut. Langkah itu dilakukannya menyusul, adanya hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia, termasuk juga Mataram untuk tujuh hari ke depan, mulai 23 Januari hingga 29 Januari berpotensi hujan dengan intensitas sedang- lebat disertai petir dan angin kencang.

Pun, dengan daerah di sekitar pesisir pantai yang berpotensi terhadi gelombang tinggi 4 meter sampai 6 meter. “Jadi, kami imbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan licin, dan gelombang tinggi untuk penyeberangan,” ujar Walikota menjawab wartawan, Senin (28/1).

Ahyar meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran-saluran air dan juga mewaspadai pohon tumbang saat berteduh. “Masyarakat yang berada di pesisir juga waspadai potensi gelombang tinggi dan selalu perhatikan informasi dari BMKG,” kata Walikota.

Masyarakat, kata Ahyar, juga bisa melaporkan dan meminta bantuan Dinas Permukiman Mataram jika memiliki informasi pohon yang berpotensi tumbang untuk dilakukan pemotongan.

Terpsiah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Agung Pramuja mengatakan hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang dan juga merusak tenda darurat milik BPBD di lokasi terdampak gempa.

“Dampak cuaca ekstrim beberapa hari ini mengakibatkan beberapa tenda BPBD hancur seperti di lapangan Sajang, kantor camat Sembalun, dan Sambelia (Lombok Timur),” kata Agung. Kerusakan tenda BPBD, lanjut Agung, juga terjadi di posko Kantor BPBD Lombok Barat.

Kawasan Gunung Rinjani

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan kaki Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak Sabtu (26/1) hingga Minggu (27/1) kemarin. Salah satu warga Sembalun Lawang, Rosidin membenarkan hal itu.

Menurut dia, warga memilih berlindung di dalam rumah masing-masing selama hujan dan angin kencang meliputi daerah permukiman mereka. “Seharian terus dilanda hujan deras dan angin kencang, paling jeda 20 menit kemudian hujan deras dan angin kencang lagi, yang bisa sampai lima jam-an,” ujar Rosidin, yang dihubungi melalui telpon selulernya, Senin (28/1).

Warga Sembalun sudah biasa menghadapi hujan deras dan angin kencang pada kisaran Januari hingga Februari. Ia menuturkan biasanya hujan deras disertai angin kencang terjadi selama beberapa hari sampai sepekan berturut-turut.

Rosidin mengatakan warga meyakini kalau hujan deras tidak berhenti turun tiga hari tiga malam, maka kondisi yang demikian akan berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan kalau setelah tujuh hari tidak berhenti juga maka akan berlangsung sampai sembilan hari sembilan malam.      “Itu sudah menjadi hitungan penanggalan bagi warga daerah kami, yang berdasarkan cerita dari para orang tua dahulu,” katanya.

Berdasarkan perkiraan itu, menurut dia, warga biasanya sudah mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. “Seperti menyiapkan logistik selama tidak beraktivitas di luar rumah,” tandas Rosidin. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI DI NTB BERLANGSUNG KHIDMAT

MATARAM,DS-Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTB berlangsung lancar dan penuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: