Selasa , 16 Juli 2019
Home / Pemerintah / Bupati Lotim Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir 10 Hari
Bupati Lotim ketika meninjau ke lokasi bencana

Bupati Lotim Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir 10 Hari

Bupati Lotim ketika meninjau ke lokasi bencana

LOTIM, DS – Bupati Lombok Timur H. Ali Bin Dachlan menetapkan masa tanggap darurat banjir di wilayahnya berlangsung selama 10 hari. Hal itu menyusul hasil pengecekan lapangan, serta melihat jumlah warga yang hingga kini mengungsi akibat banjir bandang setinggi satu meter yang telah membuat rusaknya sejumlah infrastruktur baik jalan, rumah dan jembatan.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) NTB H. Muhamad Rum mengaku telah memperoleh surat pemberlakuanmasa tanggap darurat banjir Lombok Timur ditetapkan selama 10 hari oleh bupati setempat pada Selasa malam (14/2). Menurutnya, masa tanggap darurat berlangsung mulai 9 Februari sampai 18 Februari.

Rum mengatakan, saat ini, terdapat sekitar 848 jiwa wargamasih mengungsi akibat banjir bandang itu. Dimana, ratusan pengungsi tersebar di beberapa titik di Kecamatan Sambelia. Yakni, kantor desa Dara Kunci, Menanga Reak Timur, Menanga Reak Barat, SD Islam Koloh Sepang, Gubuk Lauq, serta Masjid al Amin.

Selain itu, kata dia, sekitar 150 kepala keluarga di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur masih terisolir.“Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sambelia dan Sembalun terjadi dua kali yakni pada Kamis (9/2) dan Sabtu (11/2), dan airnya pun mencapai satu meter,” kata Rum menjawab wartawan melalui telpon selulernya, Rabu (15/2).

Ia merincikan, desa terdampak di Kecamatan Sambelia meliputi Desa Sambelia, Baki Manis, Labuhan Pandan, Dadap, Belanting, Dara Kunci, dan Sugian. Sedangkan, wilayah terdampak banjir di Kecamatan Sembalun ialah Desa Sembalun.

Selain itu, banjir bandang itu telah menyebabkan, satu orang meninggal dunia (perwira Polda NTB) di Desa Belanting yang saat itu terseret arus sungai saat mencoba menerobos banjir dengan mobil. “Kami pantau, warga yang sakit parah nihil, lainnya hanya sakit ringan,” ujar Rum.

Diakuinya, tim penanganan tanggap darurat sudah melakuka evakuasi di desa Sambelia dan Darakunci saat banjir melanda. Kemudian, dapur umum lapangan terus diaktifkan di Desa Dara Kunci dan Desa Sambelia. BPBD NTB juga menyiapkan bronjong dipasang pada jalan provinsi yang longsor.

Dan saat ini, lanjut Rum, jembatan di Desa Sambelia telah mulai dipasangi bronjong isi batu untuk menyangga lembaran flat baja sebagai lantai. “Pengerjaanya langsung dipantau oleh Pak Bupati Lotim, dan insya allah besok selesai dan bisa dipergunakan. Apalagi, pak Gubernur juga telah turun meminta pengerjaannya dipercepat,” ujarnya.

Terkait perbaikan tiang listrik yang roboh akibat gerusan banjir. Rum mengaku, pihaknya berherap Kamis (16/2) sudah selesai, sehingga aliran listrik bisa kembali menyala di Desa Sambalia. “Namun potensi hujan yang tidak menentu karena pola cuaca ekstrem pada Februari menjadi hambatan utama. Selain itu, sinyal komunikasi di beberapa titik juga kerap terganggu di wilayah Lombok Timur bagian utara,” tandas Muhamad Rum.

Sementara itu, sejak Senin (13/2) hingga Rabu (15/2) kemarin, bupati Lombok Timur H. Ali Bin Dahlan terlihat turun langsung mengecek langsung pengerjaan bronjong dan normalisasi sungai di Sambelia. Ia langsung mengkordinasi dan mengawasi kinerja jajarannya agar segera menuntaskan pengerjaan tersebut. fahrul.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bupati Lombok Utara Hadiri Upacara Parade dan Syukuran HUT Bhayangkara ke-73

Tanjung, DS – Kepolisian Resort Lombok Utara mengadakan Upacara Parade dan Syukuran HUT Bhayangkara ke-73, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: