Kamis , 21 November 2019
Home / Pemerintah / Banyak KTP Ganda, Tantangan Lotim Menata Adminduk
Sosialisasi Kebijakan Administrasi Kependudukan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 118 Tahun 2017

Banyak KTP Ganda, Tantangan Lotim Menata Adminduk

SELONG, DS-Bupati H. M Sukiman Azmy menutup kegiatan Sosialisasi Kebijakan Administrasi Kependudukan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 118 Tahun 2017 Terkait Blangko Kartu Keluarga, Penerbitan Dokumen Kependuduakan bagi Penghayat Kepercayaan Terhaap Tuhan yang Maha Esa di Kabupaten Lombok Timur.

Acara yang digelar oleh Direkrektorat Jenderal Kependududkan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Timur. Acara berlangsung Sabtu, (9/11) di Puri Al-Bahrah Sawing Lombok Timur. Hadir diantaranya Kepala Dinas Dukcapil Provinsi NTB, Direktur Pendaftaran Penduduk dan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur.

Bupati H. M. Sukiman Azmy menyatakan Kabupaten Lombok Timur yang terdiri dari 21 kecamaran dengan 254 desa/kelurahan dan berpenduduk 1.3 juta jiwa lebih, merupakan tantangan dalam menata administrasi kependudukan, Ia tidak menampik akibat kepadatan penduduk tersebut masih ditemukan KTP ganda.

Ia menyebutkan untuk melaksanakan misi kependudukan di Kabupaten Lombok Timur, yang sebelumnya terfokus pada Dinas Dukcapil, diawal kepemimpinanya telah membentuk 10 UPT Dukcapil yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Sebanyak 1 UPT melayani 2 kecamatan. Kedepan pada tahun 2020 Pemda berencana menambah UPT-UPT baru yang akan disebar disetiap kecamatan sehingga 1 UPT nantinya tidak lagi melayani 2 kecamatan.

Hal ini menurut Sukiman sebagai upaya untuk memudahkan pelayanan serta memenuhi segala keperluan masyarakat dalam hal Administrasi Kependudukan.

Pemda juga telah membentuk UPT Kemiskinan sehingga masyarakat juga akan terfokus bila membutuhkan segala urusan yang berkaitan dengan kesehatan, bantuan sosial, dan lain-lain. Dalam hal pelayanan, jelas Bupati Sukiman, tahun 2019 Pemerintah Lombok Timur telah mendapatkan Penghargaan dalam hal Kepatutan Standar Pelayanan Publik dari Ombusman. Hal inilah sebagai langkah awal melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sehingga sedikit demi sedikit terurai apa yang menjadi harapan masyarakat.

Sementara itu Direktorat Jenderal Kependudukan Dukcapil Kementetian Dalam Negeri RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. SH.MH, dalam paparanya menyatakan satu penduduk hanya boleh memiliki satu alamat, satu Kartu Keluarga, dan satu KTP dan bagi anak-anak hanya boleh memiliki satu kartu identitas anak.

Pada tahun 2019 basis data Adminduk mulai ditata dengan baik dengan sistem KTP berbasis elektronik (KTPe) agar masyarakat dapat terlayani dengan baik, cepat dan tepat di pemerintahan maupun di tempat lain, Pencatatan biodata penduduk, ungkapnya, merupakan pencatatan atas pelaporan pristiwa kependudukan dan pendataan penduduk.

“Sistem pembuatan KTP tidak harus sesuai dengan alamat KK. Sistem ini diaharapkan dapat berjalan di daerah agar tidak ada sistem yang ganda,” jelanya.

Dalam upaya mendorong masyarakat untuk taat dan tertib adminduk, Pemerintah akan mempermudah membuat KK, KTP maupun akte kelahiran. Bila lahir di rumah sakit, kata dia, cukup syaratnya menyerahkan buku nikah, surat keterangan kelahiran,

“KTP dan KK tidak perlu dengan surat pengantar lagi karena data-data sudah ada yang merupakan data base Nasional. Ini adalah upaya- upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan hak-haknya tanpa dipungut biaya,” paparnya seraya menambahkan kepercayaan Pemerintah dengan rakyatnya merupakan hal peting dilakukan dakam upaya membangun sistem tertib adminstrasi kependudukan. hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sekda Teken MoU Membangun Kualitas Data Statistik Sektoral

Tanjung,DS-Bertempat di aula kantor Bupati Lombok Utara berlangsung penandatanganan MoU membangun kualitas data statistik sektoral …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: