Jumat , 28 Februari 2020
Home / Pemerintah / Antrian Pengurusan Adminduk di Lotim Ribuan Sehari
Saeful

Antrian Pengurusan Adminduk di Lotim Ribuan Sehari

SELONG,DS-Antrian warga berkenaan dengan pengurusan dokumen adminduk mencapai ribuan setiap hari. Hal itu membuat petugas Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur kewalahan.

Menyikapi jumlah antrian yang sangat panjang itu, menyusul program nasional percepatan kepemilikan dokumen identitas hukum, Pemkab Lombok Timur sudah membuka UPT Dukcapil di tingkat kecamatan. Setelah dibuka pada 10 kecamatan tahun 2019, tahun 2020 UPT akan dibuka menyeluruh di 21 kecamatan di ujung timur Pulau Lombok itu.

Kepala Bidang Pendaftaran Kependudukan (Dafduk) Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur, Saeful, disela-sela Bimtek PPKD, Pokja Adminduk dan BPD yang difasilitasi LPA NTB-Kompak, belum lama ini mengemukakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan pemenuhan dokumen identitas hukum pada tahun ini akan dibuka lagi 11 UPT Dukcapil baru melengkapi yang sudah ada sebelumnya.

“Ini semua untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” sebut Saeful. . Sebanyak 11 UPT Dukcapil itu, dalam prosesnya kini sedang persiapan personil, pemenuhan peralatan dan fasilitas lain. Adanya UPT ini tidak lagi membuat fokus pelayanan di kaupaten tapi di kecamatan.

Warga, dalam upaya pemenuhan dokumennya bisa difasilitasi desa, bisa juga melakukannya secara mandiri. Jika dilakukan pihak desa, ada PPKD yang melanjutkan dokumen persyaratan warga.

“Di kabupaten sudah membagi diri soal tugas. Yang tidak bisa ditangani UPT antara lain konsolodasi data, data hilang, pindah data antar kabupaten. Itu tak bisa dilakukan UPT tapi bisa difasilitasi untuk pelayanannya,” papar Saeful seraya menguraikan jika ada penduduk yang lama di daerah namun datanya di luar, ini bisa difasilitasi dengan memanfaatkan teknologi.

Ia menegaskan tidak boleh satu penduduk pun yang tidak punya adminduk karena merupakan syarat mereka mendapatkan pelayanan yang lain. Pihaknya menargetkan 90 persen pemenuhan akta kelahiran. Karena itu, jika ada warga yag sakit alias tidak bisa datang, pihaknya berkewajiban mengunjungi warga bersangkutan.

Terkait masalah KTP, lanjut dia, secara nasional masih berkutat soal blangko dari Pusat saja. Sementara di Lombok Timur, KTP yang tercetak hingga Desember 2019 sebanyak 789.654 (88,78 persen) dan 25.804 Suket. “Ini yang akan kita selesaikan,” cetusnya. ian

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Denmark-NTB Jalin Kerjasama Bidang Lingkungan

Mataram,DS- Pemerintah Denmark menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam bidang lingkungan hidup berkelanjutan. Launching …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: