Pembuatan Coklat Lebah Sempaga Diinisiasi Mahasiswa

Coklat buah karya mahasiswa KKNT STP Mataram.

Lombok Barat, DS- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram di Desa Lebah Sempaga, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, menginisiasi pembuatan produk makanan berupa coklat. Produk makanan dari bahan buah kakao ini baru pertama dikenalkan di desa wisata itu.

Ketua Kelompok Mahasiswa KKNT STP Mataram di Desa Lebah Sempaga, Radi, mengatakan pihaknya menginisiasi pembuatan coklat secara tradisional dengan alat-alat yang sederhana, bahkan menggunakan tunggu berbahan bakar kayu.

Meski pun proses pembuatan coklat menelan waktu yang relatif lama hingga 10 hari, Radi mengatakan produk itu sudah digemari pengunjung menyusul datangnya pembeli ke lokasi itu untuk melihat, mencicipi sekaligus memberi produk baru di desa itu.

Para mahasiswa KKNT juga mempraktekkan cara pembuatan coklat yang sangat lezat itu di hadapan masyarakat desa. Diharapkan, masyarakat setempat bisa melanjutkan teknik pembuatan coklat mengingat bahan baku kakao ada di desa itu.

Selama ini masyarakat Desa Lebah Sempaga memproduksi makanan rongan seperti keripik ubi, keripik singkong, dan lain-lain yang dikemas sederhana. Mahasiswa pun membantu memasilitasi legalitas prouk itu seperti izin edar dan label halal.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Dr.Halus Mandala, M.Hum, ketika melakukan Monev KKNT Mahasiswa di Desa Lebah Sempage belum lama ini, mengatakan para mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat selama 45 hari mesti memiliki legasi yang bisa dilanjutkan oleh masyarakat.

Desa wisata Lebah Sempaga, Kecamatan Narmada, sendiri memiliki potensi pariwisata yang kaya. Sebagai desa wisata dengan kekayaan alam seperti goa dan air terjun itu, desa tersebut melengkapi dirinya dengan produk kuliner seperti makanan ringan.

Menurut Halus, legasi merupakan hal yang penting dikedepankan selama menjalankan KKN. Karena dengan jejak baik itu, ada yang bisa dilanjutkan masyarakat desa dan menjadi kenangan terindah dengan kehadiran para mahasiswa. Halus meminta mahasiswa berbuat dalam mengembangkan destinasi wisata.

“Mahasiswa dekat dengan masyarakat agar selalu diingat oleh masyarakat. Akrab dan berkomunikasi dengan masyarakat,” ujarnya. “Itu salah satu gol kita, ” katanya seraya menambahkan dengan cara ini masyarakat bisa mengenal STP Mataram.

Sahriadi selaku Sekretaris Pokdarwis Desa Lebah Sempaga, mengemukakan desanya sudah mengembangkan tiga destinasi dalam satu kawasan, yakni goa, camping ground dan air terjun. Selama empat bulan desinasi wisata itu dibuka, sedikitnya 4000 wisatawan sudah berkunjung ke sana, baik tamu lokal maupun manca negara. Karena itu pihaknya akan terus mengembangkan destinasi wisata itu agar dikenal lebih luas dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia mengatakan kehadiran mahasiswa KKN STP Mataram berperan serta dalam memasilitasi masyarakat dalam lagalitas produk UMKM. Peran ini sangat penting bagi desa dalam membangkitkan perekonomian masyarakat.ian

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.