Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pelita Target PKB Raih Delapan Kursi di Pemilu 2024

80

FOTO. H. Lalu Pelita Putra. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Tengah menargetkan bisa menambah kursi legislatif di Pemilu 2024. Target yang dipasang adalah dua kursi tambahan di DPRD setempat melalui program pencalegan dini.

Ketua DPC PKB Lombok Tengah, HL. Pelita Putra mengatakan, transformasi cara kerja dengan program pencalegan dini adalah upaya pihaknya menambah kursi DPRD dari enam kursi saat ini, menjadi delapan kursi di Pemilu 2024 mendatang.

“Program pencalegan dini adalah cara kita menciptakan tradisi baru. Yakni, dengan membuka diri pada figur luar yang memiliki potensi untuk bisa berkiprah dalam bendara PKB kedepannya,” kata Pelita pada wartawan, Rabu (21/7).

Anggota DPRD NTB itu mendaku, pandemi Covid-19 telah mengubah cara kerja di seluruh aspek kehidupan dan perubahan cara kerja seiring pandemi ini juga terjadi pada cara kerja PKB Lombok Tengah.

Oleh karena itu, Pelita mengajak kadernya untuk senantiasa komitmen untuk melakukan transformasi cara kerja PKB Loteng pada masa datang.

“Saat ini, PKB Loteng akan terus beradaptasi dalam meningkatkan kinerja partai. Termasuk, pencalegan dini adalah cara kita menarik figur luar untuk bisa masuk dan bergabung sesuai kebutuhan beradaptasi pada kondisi politik yang kian berubah dalam setiap perhelatan pemilu,” ujar Pelita.

“Adaptasi di masa pandemi yang semua kegiatan dilakukan secara virtual dan daring juga harus dimaknai PKB untuk terbuka pada siapapun figur, baik dari kalangan LSM, pengusaha, akademisi dan kalangan pesantren pada Pemilu tahun 2024,” sambung dia.

Terkait, konsentrasi yang sedang dilakukan PKB Loteng menuju Pilpres 2024. Menurut Pelita, pihaknya terus turun secara masif untuk mengenalkan Ketua Umum DPP PKB H. Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Capres potensial di tahun 2024 mendatang.

“Seluruh kader baik itu yang duduk di kursi legislatif, kita minta untuk membranding cak Imin dalam setiap pertemuan mereka. Misalnya, saya saat kegiatan bersama rakyat di dapil Lombok Tengah Selatan, selalu membumikan Cak Imin pada pemilih saya sebagai figur muda dari kalangan santri yang layak sebagai Capres di tahun 2024 mendatang,” jelas Pelita.

“Prinsipnya, PKB dilahirkan NU, tentunya suara NU bisa masuk ke calon PKB,” sambung dia.

Pelita menegaskan, wajah baru PKB ini tidak hanya menyangkut performa, tetapi juga mengenai tampilan yang akan di-“branding” kepada masyarakat dan PKB senantiasa selalu hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Politik kehadiran harus menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar, PKB bukanlah partai politik 5 tahunan, kapanpun dan di manapun PKB akan selalu hadir,” tegas dia.

Ia menuturkan, seluruh kader dan pengurus partai harus menjadi kolaborator aktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Menjadi individu yang aktif berjejaring dengan seluruh komunitas dan kelompok masyarakat. Tentunya, pesan untuk membumikan Cak Imin dalam setiap nadi rakyat juga harus disuarakan setiap harinya menjadi fokus yang harus juga dikerjakan,” tandas Lalu Pelita Putra. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.