Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pekerja Sosial Garda Terdepan Atasi Persoalan Sosial

8

Acara HKSN, Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial (BBKS)

Mataram, DS-Pada momentum puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN) tahun 2021 tingkat Provinsi NTB, Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi peran pekerja sosial dalam mengatasi dan merespon cepat setiap permasalahan sosial dan bencana, ditengah kehidupan masyarakat.

“Para pekerja sosial luar biasa, selalu menjadi garda terdepan mengatasi persoala sosial hingga ke dusun-dusun,”kata Ummi Rohmi sapaan Wagub, pada rangkian acara HKSN, Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial (BBKS) , HUT ke-22 Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB dan Bhakti Sosial Dalam Rangka HUT ke-63 NTB, Selasa (14/12/2021) di Panti Sosial Bina Karya “Madani” Lenek Ramban Biak ,Lombok Timur.

Wagub Ummi Rohmi mengaku sangat bangga dan menyampaikam apresiasi kepada pekerja sosial, seperti Sakti Peksos, Satgas PPA, Pendamping PKH, TKSK, Tagana, Pelopor Perdamian, Karang Taruna dan lainnya diseluruh NTB. Bekerja dengan tulus dan ikhlas dan mengedepakan kepedulian dan kesetiakawanan yang tinggi.

Dikatakan cucu pahlawan Nasional asal NTB tersebut, berbagai bencana dan musibah menerpa daerah sejak tahun 2018 dilanda musibah gempa bumi, disusul pandemi Covid-19 2020.

Namun dengan kegotong royongan, kepedulian, saling simpati, toleransi, kebersamaan dan mengedepankan rasa kesetiakawanan sosial masyarakat, semua itu dapat dilalui dengan baik hingga sekarang.

Pada setiap bencana tersebut, pekerja sosial selalu tampil dan terjun langsung ke lokasi. Menginformasikan keadaan dan suasana dilapangan. Baik itu masyarakat yang membutuhkan, korban bencana banjir dan persoalan sosial lain, pekerja sosial paling cepat, terdepan dan terupdate memberikan informasi.

“Sehingga dapat dilakukan penanganan lebih awal dengan pemberian bantuan dan penanganan secara medis dengan tindak lanjutnya,”ujar wanita kelahiran Pancor Lotim ini.

Keberadaan pekerja sosial yang ada disetiap dusun, desa maupun kecamatan juga menjadi sumber daya yang kuat. Untuk memahami dan melihat langsung kondisi dan keadaan masyarakat dilingkungannya.

“Kedepan peran pekerja sosial harus lebih diberdayakan lagi, untuk memotret setiap kejadian dan persoalan sosial kemasyarakatan dilungkungan tempat tinggalnya,”tutup Wagub.

Selain itu Ummi Rohmi berpesan agar memperhatikan kaum disabilitas. Karena banyak yang memiliki potensi dan bakat dengan hak dan kewajiban yang sama ditengah kehidupan masyarakat. Begitupun lansia, fakir miskin dan anak terlantar serta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial lainnya.

Alumni ITS Surabaya ini juga menyampaikan agar momentum Hari Kesetiakawanan Sosial mengingatkan kembali pentingnya untuk peduli, berbagi dan toleransi antar sesama. Semngat ini perlu ditanamkan disetiap unsur/elemen masyarakat sehingga permasalahan sosial yang ada di masyarakat dapat menjadi tanggung jawab bersama dan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial H. Ahsanul Khalik, S. Sos., M. H mengingatkan bahwa bertepatan dengan HKSN, harus dipahami bahwa setiap ASN yang ditempatkan pada dinas sosial adalah pekerja sosial. Begitupun ada yang non ASN tersebar se NTB.

“Untuk itu memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,”jelas Kadis Ahsanul Khalik.

Dijelaskannya bahwa pekerja sosial di NTB, ada pendamping PKH 2.200 orang , Tagana 876 orang, TKSK ada 116 orang dan pekerja sosial lainnya, ada sekitar 10.000 lebih tersebar di Kabupaten/Kota se-NTB.

HKSN tahun 2021 yang mengusung tema “Memperkokoh Solidaritas, Indonesia Sejahtera”, dirangkai juga dengan acara, jalan sehat dan pembagian doorprize, pemberian paket Sembako bagi masyarakat miskin, lansia, Anak Yatim. Pemberian kursi roda bagi disabilitas, pembagian buku seni berpikir ala Bang Zul, pemberian selimut, matras gulung, alat kebersihan dan sandal, pemberian Award bagi anggota Dharma Wanita berprestasi

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 1 Setda Pemprov. NTB, Sekdis Sosial Prov NTB, Kepala Dinas Sosial Lotim, Kepala Balai, Kades Lenek dan elemen masyarakat lainnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.