Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pegiat Olahraga Risau Gegara KONI NTB Belum Gelar Doa Bersama Jelang PON Papua Ditengah Pandemi

63

FOTO. Iskandar (kanan) saat bersama anggota DPR RI dapil NTB 2 (Pulau Lombok) H. Rachmat Hidayat. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS -Jelang keberangkatan ke PON XX Papua, pegiat olahraga di Provinsi NTB, mengaku risau. Pasalnya, hingga kini jajaran pengurus KONI dan Ketua Kontingen PON belum mengagendakan doa bersama yang diikuti oleh semua tim official, para atlet, pengurus cabor serta Pemprov NTB. Doa meminta keselamatan guna mengikuti ajang olahraga terbesar di Indonesia itu sangat diperlukan ditengah situasi dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau boleh jujur kami risau, sudah tahu situasinya beda dengan PON sebelumnya. Tapi malah doa meminta keselamatan dalam bentuk istighosah, sama sekali enggak dilakukan,” ujar pegiat olahraga NTB Iskandar dalam siaran tertulisnya, Selasa (14/9).

Menurut mantan atlet sepakbola PS Mataram itu, dengan jumlah kontingen NTB pada PON XX Papua yang sudah ditetapkan berkekuatan 106 atlet — terdiri dari 66 atlet putra dan 40 atlet putri — rombongan itu sangat besar dalam situasi pandemi yang mengharuskan Prokes ketat untuk dipatuhi oleh semua kontingen di semua provinsi di Indonesia.

“Dengan target medali yang ditetapkan berjumlah 17 medali untuk kontingen NTB di PON Papua, maka hanya kekuatan Allah SWT kita akan bisa meraihnya. Disini, kita sebagai pembina dan pengurus harus tahu, bahwa dibalik prestasi atlet, ada Tuhan yang membantu perjuangan kita semuanya,” kata Iskandar menyarankan.

“Kalau atlet dan official yang beragama Islam bisa melakukan istighosah dengan dipimpin oleh ulama senior panutan di NTB. Sementara atlet yang beragama lain juga melakukan hal yang sama di tempat ibadahnya masing-masing,” sambung dia.

Doa bersama itu, lanjut Iskandar, penting bagi atlet untuk menenangkan diri setelah berjibaku di pemusatan latihan sejak setahun lalu

“Para atlet, setahu saya sudah melakukan latihan keras baik fisik, teknik permainan maupun mental selama hampir setahun lamanya. Disini, perlu melakukan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pelaksanaan PON Papua XX yang dijadwalkan berlangsung tanggal 2-15 Oktober 2021 dapat berlangsung sukses tanpa gangguan apapun,” tandas Iskandar. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.