Berbagi Berita Merangkai Cerita

Peduli Anak Mataram, Selly Keliling Kampung Nelayan Ampenan Bagikan Masker

44

FOTO. Calon Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani saat membagikan masker ke anak-anak di Pantai Penghulu Agung, Kecamatan Ampenan.

MATARAM, DS – Anak-anak merupakan kelompok rentan terpapar virus corona atau Covid-19. Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi NTB yang didasarkan pada angka Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di NTB, tercatat hingga periode pertengahan September ini, sebanyak 79 anak di Kota Mataram terpapar virus mematikan asal Wuhan, Negara Tiongkok tersebut.

Sedangkan, secara keseluruhan total angka kasus anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai sebanyak 229 orang di NTB hingga kini.Rata-rata usia yang terpapar virus itu, berada pada usia 0-17 tahun.Meski tingkat kematian kian menurun, namun kesehatan tetap harus dijaga agar tidak mudah tertular virus corona atau Covid-19.

Sama halnya di Indonesia dan di Provinsi NTB, meski sekarang ini sudah masuk fase new normal, bukan berarti orang bisa bebas ke mana saja tanpa mempedulikan kesehatan. Masker sekarang ini menjadi yang wajib digunakan, begitu juga dengan mencuci tangan.

Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.Melihat kondisi seperti ini membuat Calon Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani turun tangan untuk membantu mengatasi covid-19 di wilayahnya.

Bahkan, Selly rela keliling perkampungan dan lingkungan di Kota Mataram untuk membagikan masker kepada warga yang kedapatan tidak mengenakannya, terutama anak-anak.

Terbaru, Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB itu, memergoki anak-anak yang tengah bermain di Pantai Penghulu Agung, Kelurahan Ampenan Selatan. Namun sayangnya, mereka tak satupun tanpa menggunakan masker.Melihat hal itu, ia berhenti dan memberikan masker.

“Ayo anak-anak boleh bermain, namun tetep harus jaga kesehatan dengan memakai masker ya. Ingat, sekarang ini, kondisi pandemi covid-19. Maka, cara untuk melindungi diri dan keluarga adalah hanya dengan menggunakan masker,” ujar Hajjah Selly saat membagikan masker ke anak-anak Penghulu Agung, Selasa (22/9).

Ia mengaku, program pembagian masker khusus anak sejatinya telah dilakukannya sejak menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) NTB. Dimana, kala itu Hajjah Selly bersama Ketua TP-PKK NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah bersinergi bersama berkeliling ke sejumlah perkampungan di kabupaten/kota di NTB guna membagikan masker pada anak-anak.

Intervensi yang digagas DP3AP2KB dibawah kepemimpinan Hajjah Selly dan Bunda Niken, lantaran pembagian masker, baik dilakukan pemda kabupaten/kota di NTB, maupun pihak lainnya lebih ditujukan kepada orang dewasa.

Padahal, menurut dia, selain orang tua, anak-anak sangat juga rentan terpapar virus corona.

“Anak-anak juga perlu dijaga kesehatannya. Mereka juga wajib mengenakan masker karena tubuh mereka masih rentan terhadap serangan virus corona,” tegas Hajjah Selly.

Selain membagikan masker. Mantan Penjabat Wali Kota Mataram itu tak lupa juga mengedukasi anak-anak mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Di antaranya mengajak anak-anak sering mencuci tangan serta menjaga jarak sosial dan tidak bersentuhan, serta menghindari kerumunan orang.
 
“Kami mengajak adik-adik dan anak-anak di Mataram harus menyukseskan program pemerintah memutuskan rantai penularan Covid-19. Belajar sungguh-sungguh dari rumah, tidak banyak kegiatan di luar rumah, dan jika keluar rumah pakai masker yang dibagikan ini serta jaga jarak,” jelas Hajjah Selly.

Tokoh Pemuda Kecamatan Ampenan, Muhasim sangat mengapresiasi dan berterima kasih tergadap apa yang dilakukan Hajjah Selly tersebut dengan memberikan masker dan mengedukasi anak-anak dalam mencegah Covid-19, khususnya di perkampungan nelayan di Kecamatan Ampenan.

“Terima kasih Bunda Selly, kami sampaikan karena membantu anak-anak mendapatkan masker serta menjelaskan bahaya virus corona agar anak-anak tetap waspada,” kata Hasim.

Lain halnya dengan Sri Tasripah. Warga Lingkungan Karang Buyuk, Kecamatan Ampenan ini, mengaku pembagian masker tersebut mengurangi beban ekonomi orang tua karena harga masker termasuk tinggi.

“Jika satu keluarga ada lima orang membutuhkan masker, berapa uang yang harus kami keluarkan. Dengan adanya pembagian masker anak yang digagas langsung oleh Ibu Selly, jujur kami sangat terbantu,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.