Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pedagang Pertokoan Pancor Terima Digusur, Ini Alasannya

34

Sekda NTB ketika menerima perwakilan pedagang Pertokoan Pancor

SELONG, DS – Pertokoan Pancor yang selama ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan di Lombok Timur akan digusur. Para pedagang di kompleks pertokoan ini akan segera direlokasi, karena lokasi berjualan selama ini akan dijadikan wisata terbuka hijau.

Terkait hal tersebut, Aliansi Masyarakat Pancor (AMP) mendatangi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Timur guna mempertanyakan persoalan tersebut, Kamis (18/03).

Pada kesempatan tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan dukungan terhadap rencana relokasi oleh Pemkab. Namun mensyaratkan pemindahan lokasi tidak jauh dari lokasi berdagang saat ini.

Perwakilan pedangan, Junaidi mengatakan agar ada kejelasan lokasi pemindahan. Tidak ke Kecamatan Masabagik seperti yang dikabarkan selama ini.

“Kami seratus persen tidak menolak apa yang mau dibangun, seperti wisata religi tersebut,” tegas Junaidi.

Relokasi juga seharusnya mempertimbangkan nasib profesi lain yang mencari nafkah dari keberadaan toko. Seperti tukang parkir yang selama ini menggantungkan hidupnya dari keberadaan toko di kawasan ini.

Ditegaskannya, sejak awal sosialisasi relokasi pedagang tidak pernah melakukan penolakan. Hanya saja mereka berharap agar ada kejelasan nasib bagi para pedagang.

“Tapi marilah kita berembuk, bagaimana cara kita untuk program membahagiakan Kota Pancor tersebut terlaksana. Tanpa menindas pedagang-pedagang toko,” pintanya.

Sementara Sekda Lombok Timur, Juaini Taofik yang menerima pedagang menjelaskan lokasi pertokoan Pancor merupakan aset Pemda. Dan seiring dengan Lombok yang menjadi kawasan prioritas pariwisata nasional, Pancor didorong sebagai kawasan wisata religi.

“Pelan atau pasti, Pancor ini akan menjadi kawasan wisata religi, dan menjadi kawasan terbuka,” terangnya

Dijelaskannya, pembebasan lahan telah disosialisasikan sejak pemerintahan Bupati terdahulu. Namun, saat itu Pemda tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkan kawasan wisata terbuka hijau.

Pemerintah pun terus mencari jalan keluar sebagai alternatif lokasi berjualan baru bagi pedagang.

“Pemerintah mendorong di terminal dibagun pusat perdagangan. Ada juga ide dari masyarakat agar komplek ruang terbuka hijau itu juga disiapkan untuk tempat berjualan,” terangnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.