Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pecinta Lingkungan Lotim Suarakan Penolakan Pembangunan Kereta Gantung

0 10

SELONG,DS- Rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani mendapat penolakan keras dari masyarakat Lombok Timur. Penolakan tersebut disampaikan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur dalam hearing yang digelar Senin (24/02/2020).

Kelompok pecinta lingkungan yang menamakan diri sebagai Aliansi Rinjani Memanggil (ARM) menyatakan penolakannya terhadap rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Geopark Rinjani tersebut.

Salah satu perwakilan ARM, Makong, menyatakan pembangunan kereta gantung di Rinjani akan berdampak negatif pada kelestarian alam rinjani. Menurutnya, seharusnya Pemda lebih konsentrasi pada perbaikan ekosistem di Rinjani, agar kelestarian alam Rinjani semakin terpelihara. Disatu sisi, kearifan lokal yang masih memelihara nilai kesakralan Gunung Rinjani akan tergerus modernitas.

Meskipun pembangunan kereta gantung itu merupakan kebijakan Provinsi yang akan dilaksanakan di Lombok Tengah, namun pembangunannya dinilai juga akan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat Lombok Timur.

“Kami cukup tahu dan sudah mempelajari secara mendalam. Meskipun kebijakan Provinsi dan dikerjakan di Lombok Tengah, tetap akan berdampak bagi kita,” tukas Makong.

Disebutkannya lebih lanjut, saat ini banyak yang menggantungkan hidupnya dari Rinjani. Dengan pembangunan kereta gantung akan menggeser pekerjaan yang telah tercipta dari keberadaan Rinjani.

“Banyak yang menggantungkan hidupnya di Rinjani. Ada lebih dari 1000 porter. Keberadaan mereka juga terancam akan tergerus,” keluhnya.
Pihaknya pun meminta DPRD Lotim untuk memberikan catatan ke Pemrov NTB agar mengevaluasi rencana pembangunan kereta gantung. Serta meminta agar ARM dilibatkan dalam penyusunan kajian sebagai bahan rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi. Terlebih ijin prinsip pembangunan kereta gantung sudah keluar.

Sementara itu, perwakilan Pemda Lombok Timur yang hadir pada kesempatan tersebut, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pariwisata (Dispar), masing-masing mengatakan tidak mengetahui pasti rencana pembangunan kereta gantung. Dikarenakan Pemda Lotim tidak terlibat dalam prosesnya. Bahkan hingga hari ini pun tidak ada surat permakluman ataupun pemberitahuan yang dikirimkan kepada Pemda Lotim.

“Saya belum begitu tahu. Sampai detik ini tidak ada surat yang masuk ke kita,” tegas Kadis LHK, H. Marhaban.

Sementara itu Pimpinan hearing, H. Daeng Paelori mengapresiasi langkah penyampaian aspirasi yang dilakukan para aktivis lingkungan tersebut. Meskipun program itu bukanlah program Pemkab Lotim. Namun, aspirasi yang diutarakan akan menjadi bahan untuk diteruskan kepada Pemprov NTB.
“Beginilah seharusnya. Sebelum terjadi, partisipasi publik terlihat. Sehingga, bisa menjadi pertimbangan bagi Pemerintah dalam menentukan kebijakan,” ujar Daeng.

Wakil Ketua DPRD Lotim ini juga berjanji akan menyampaikan aspirasi dari ARM kepada Pemerintah Provinsi. Agar Pemprov mengetahui adanya penolakan dari warga Lombok Timur terhadap rencana pembangunan kereta gantung.
“Kami hanya bisa sampaikan aspirasi ke Gubernur. Ternyata rencana pembangunan kereta gantung di tolak. Kami juga akan sampaikan ke Pemprov agar ARM juga dilibatkan dalam kajian,” pungkasnya. Dd

Leave A Reply