Menu

Mode Gelap

Politik · 11 Nov 2019 06:17 WITA ·

PDIP Target Menang Pilkada di Tiga Wilayah NTB


					Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Rakercab DPC PDIP Mataram Perbesar

Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Rakercab DPC PDIP Mataram

MATARAM, DS- Pilkada Serentak 2020 akan berlangsung di tujuh kabupaten/kota di NTB. PDI Perjuangan menargetkan tiga kemenangan di tiga wilayah sesuai yang ditargetkan oleh DPP. Tiga daerah itu, yakni Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa.

Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, mengatakan, keputusan DPP PDIP memberi target pada kader PDIP NTB untuk memenangi tiga wilayah itu penuh pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, semua kader harus fokus mematuhi instruksi partai.

“Sedari awal, memang kami punya hitungan untuk memajukan kader di tiga wilayah itu. Pilihan DPP sama dengan analisa kami, makanya kita fokus bagaimanapun caranya untuk merebut kemenangan di Kota Mataram, KSB dan Sumbawa,” ujar Rachmat menjawab wartawan usai membuka rapat kerja daerah (Rakerda) DPC PDIP Kota Mataram di aula kantor DPD PDIP NTB, Minggu (10/11).

Anggota DPR RI itu mengatakan khusus di Kota Mataram sejatinya PDIP telah memiliki cerita sukses dan sejarah gemilang. Yakni, mampu menjadi pemenang Pemilu pada tahun 1999 lalu. Hanya saja, lantaran tidak ada kader yang mumpuni untuk dimajukan sebagai calon kepala daerah kala itu maka kader parpol lain diberi dukungan oleh partainya.

“Tahun 1999 itu, kami dukung almarhum pak Ruslan yang kebetulan adalah kader Partai Golkar untuk berduet dengan pak Ahyar Abduh sebagai calon wakil walikotanya. Alhamdulillah menang, disitulah politik muncul, karena ada kesepakatan dan pengertian yang besar mengingat fakta pilihan ada kader luar yang mumpuni,” jelas Rachmat.

Meski demikian, pada Pilkada kali ini dipastikan PDIP akan mengusung kadernya sendiri dalam Pilwali 2020 mendatang. Saat ini, kendati banyak kader yang menghendaki agar nama Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani diusung oleh PDIP dalam Pilkada 2020 di Kota Mataram, Rachmat menegaskan, siapapun figur berhak maju melalui kendaraan PDIP. Namun finalisasi yang memperoleh dukungan itu adalah merupakan keputusan mutlak dari DPP.

“Silahkan saja munculkan nama Selly. Memang dia istri saya, tapi di PDIP itu tidak ada perlakuan khusus. Semuanya, sama dan boleh maju dari PDIP. Bahkan, jika dia keturunan China, Arab dan Bima sekalipun monggo pakai jalur pendaftaran resmi,” tegasnya seraya menambahkan siapapun itu berhak karena Mataram itu adalah pusat kota. “Kan di sini banyak BTN yang isinya warganya dari mana saja. Makanya, PDIP berkomitmen membuka pendaftaran calon kepala daerah untuk membuka kesempatan pada siapapun untuk mendaftarkan diri,” sambung Rachmat.

Sejauh ini proses penjaringan dan pendaftaran melalui DPC PDIP sudah ditutup oleh panitia pendaftaran sesuai petunjuk oleh DPP. Oleh karena itu, bola dukungan terkait siapa yang memperoleh rekomendasi pada Pilwali Mataram 2020 adalah ditangan DPP.

“Tugas kami hanya menyerahkan kertas. Nanti siapa yang dikasih stempel dan direstui itu adalah hak DPP sepenuhnya. Yang pasti PDIP harus menang di Kota Mataram dan kita telah berkomitmen untuk mematuhi keputusan DPP untuk memajukan kader terbaik. Selanjutnya, akan memenangkannya,” tandas Rachmat Hidayat. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2024, M16 Prediksi Golkar, Gerindra dan PDIP NTB Sulit berpisah Jalan

21 Mei 2022 - 16:59 WITA

PPP NTB Siap Jadi Pemenang Pileg 2024

18 Mei 2022 - 17:49 WITA

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

Trending di Politik