Berbagi Berita Merangkai Cerita

PDIP NTB Tak Usung Petahana di Pilkada Sumbawa 2020

0 47

MATARAM, DS – Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril dipastikan tidak akan diusung untuk kali kedua oleh PDIP NTB di Pilkada 2020. Keputusan untuk tidak mengusung mantan Sekretaris DPD I PDIP NTB itu diputuskan dalam rapat DPD I diperluas yang menghadirkan DPC Sumbawa di Kantor DPD PDIP NTB di jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Selasa (14/1).

Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat memohon maaf pada warga Sumbawa baik kelas menengah dan golongan kecil untuk tidak mencalonkan bupati mereka pada pilkada kali ini. “Atas nama pribadi, keluarga besar partai, kami menghaturkan permohonan maaf tidak lagi mengusung pak Husni di Pilkada Sumbawa 2020,” ujar Rachmat saat menyampaikan hasil rapat partainya pada wartawan.

Menurut anggota DPR RI dapil NTB-2 (Pulau Lombok) itu, keputusan untuk tidak mengusung Husni lantaran pihaknya melihat berbagai realitas yang terjadi di lapangan terkait tidak optimalnya pelayanan yang dilakukan oleh pemda setempat dipicu kondisi Bupati Husni yang tengah dalam kondisi sakit. Akibatnya, kepala daerah lebih banyak disibukkan dengan urusan pemeriksaan kesehatan di luar daerah ketimbang berada di Wilayah Sumbawa.

“Sekali lagi, atas nama keluarga besar PDIP NTB, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebab, itu diluar kewenangan kami. Jadinya, pertimbangan kami pun melihat kondisi beliau (bupati) yang lagi sakit itu,” tegas Rachmat.

Terkait pengganti Husni sebagai bakal calon Bupati Sumbawa yang diajukan PDIP. Rachmat menuturkan akan ada proses yang dilakukan. Partainya memiliki stok kader yang layak dimunculkan untuk mengganti posisi Husni Djibril sebagai Bacabup Sumbawa.

Apalagi, target PDIP di Sumbawa adalah memenangi Pilkada tersebut. “Tentunya, kita akan melihat hasil survei, serta hasil diskusi bersama mitra koalisi, yakni PKS terkait siapa-siapa figur yang akan dicalonkan sebagai nomor satunya. Pastinya, kursi nomor satu tetap menjadi jatah PDIP selaku pemenang pemilu di Sumbawa. Sementara, calon wakil bupati merupakan jatah PKS,” ucapnya.

Rachmat mengungkapkan, sejumlah figur kader PDIP yang layak dinominasikan sebagai pengganti Husni di Pilkada Sumbawa diantaranya Gita Lisbano (anggota DPRD Sumbawa) dan HL. Budi Suryata (Sekretaris DPD PDIP NTB/Anggota DPRD NTB).

Ditargetkan, pengerucutan nama yang diusung akan tuntas maksimal minggu depan ini. “Nanti, nama-nama kader itu akan kita formulasikan sejauh mana keterpelihannya. Ini karena partai itu mengatur orang per orangnya sesuai AD/ART partai. Enggak menutup juga si anaknya Pak Husni yakni, Gita Lisbano akan kita calonkan bersama calon dari PKS,” tandas Rachmat Hidayat.

Pilih Novi
Dalam kesempatan itu, Rachmat menambahkan, pilihan koalisi PDIP dan PKS pada sosok Dewi Noviany selaku figur bakal calon Wakil Bupati di Pilkada Sumbawa dikarenakan Novi merupakan birokrat karier yang dianggap memiliki rekam jejak yang tepat untuk melanjutkan pembangunan di tanah kelahirannya.

“Kami memilih Novi bukan karena dia adek kandung dari pak Gubernur. Tapi, Novi itu adalah birokrat sejati. Selain itu, suaminya juga adalah camat yang tahu betul karakter yang dibutuhkan masyarakat di level bawah. Jadi, jika politisi digabungkan dengan birokrat, maka pemerintahan itu akan jalan sesuai harapan masyarakat. Tugas kami, harus merespon keinginan publik,” kata Rachmat.

Terpisah Ketua Bappilu DPD PDIP NTB, Dr. H. W Musyafirin, mengaku opsi memilih Dewi Noviany sebagai bakal calon wakil bupati koalisi PKS-PDIP lantaran merujuk hasil survei yang menghendaki adanya keinginan masyarakat Sumbawa dipimpin oleh masyarakat aseli kampungnya.

Selain itu, mayoritas PAC PDIP di Kabupaten Sumbawa juga menyepakati jika figur Dewi Noviany untuk dimajukan oleh partai berpasangan dengan kader internal PDIP. “Karena semua kader sudah sepakat ibu Novi, serta pak Husni tidak kita usung. Maka tugas saya selanjutnya mencari sosok untuk bisa menang di Pilkada Sumbawa. Insya Allah, sudah ada empat figur yang kita godok. Nanti, secepatnya akan kita umumkan dalam waktu dekat ini,” jelas Musyafirin.

Bupati KSB itu menegaskan, keputusan untuk tidak mengusung Husni Djibril melalui mekanisme rapat DPD I kali ini bukan ujug-ujug diputuskan hari itu. Sebab, prosesnya sudah berlangsung lama.

“Kami juga sempat sampaikan ke beliau (Husni) langsung terkait skenario terburuknya dari opsi-opsi yang ada. Pastinya, jika Pilkades itu calonnya lebih dari tiga atau banyak. Jadi, itu jelas sebuah indikasi jika petahana itu tidak kuat. Makanya orang-orang berloma maju karena dia bisa dilawan, seperti yang terjadi di Sumbawa kali ini,” tandas Musyafirin. RUL.

Leave A Reply