Berbagi Berita Merangkai Cerita

PDIP NTB : Mengalir Dukungan Masyarakat ke Selly

0 18

MATARAM, DS – DPD PDIP NTB mengatensi keinginan berbagai pihak yang menghendaki munculnya figur perempuan yang dimajukan parpol dalam Pilkada serentak tahun 2018. Untuk itu, semua kader dari berbagai tingkatan telah diinstruksikan melakukan kajian, terkait aspirasi masyarakat di masing-masing wilayahnya.

Wakil Ketua DPD PDIP NTB Ir. Made Slamet, mengaku, pihaknya berkomitmen mengedepankan sikap kehati-hatian dala perhelatan pesta politik lima tahunan kali ini. Mengingat, partainya tidak ingin sembarangan dan asal-asalan mengusung figur bakal calon gubernur maupun bupati/walikota tertentu, seperti halnya pilkada sebelumnya. “Jadi, setiap aspirasi masyarakat yang masuk akan bener-benar kita cek dukungannya. Termasuk, keinginan memunculkan figur perempuan,” ungkap Made menjawab wartawan di Mataram, Kamis (2/3).

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD NTB itu membenarkan manakala dari sejumlah figur perempuan yang saat ini muncul terdapat keinginan mendorong sosok Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (Istri Ketua DPD NTB) guna dapat dimunculkan dalam pilkada Gubernur NTB.

Menurutnya, aspirasi itu sah-sah saja digulirkan. Apalagi, di sejumlah wilayah spanduk dukungan terhadap pencalonan Selly pun kian marak. Meski demikian, sosok Mantan Kadis Koperasi dan UKM NTB itu, masih terganjal statusnya yang kini masih aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) dilingkup pemprov NTB.

“Memang dari kader kita di akar rumput, banyak yang menghendaki Bu Selly tampil di Pilkada 2018. Tapi itu, tergantung Bu Selly apa iya, beliau mau lepas jabatannya di ASN dan memperoleh izin resmi dari atasannya (Gubernur NTB),” ujar Made.

Diketahui, salah satu kelompok kajian politik NTB, yakni M-16 mulai menggagas munculnya figur perempuan dalam pesta demokrasi lima tahunan di NTB. M-16 menilai keterlibatan kaum perempuan dalam konstestasi perpolitikan di NTB sangat penting. Hal ini guna menjaga keseimbangan gender sekaligus menghapus stigma atau diskriminasi terselubung yang menganggap kepemimpinan kaum perempuan lemah dalam memajukan pembangunan di NTB yang kaya akan multi etnik ini.

“Diusia NTB yang sudah 59 tahun ini, kesan terselubung yang bias gender terkait sulitnya menjadi pemimpin di NTB, karena paham patriarki masih kuat harus mulai dihapuskan dalam Pilgub kali ini,” ungkap Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto beberapa hari lalu itu kepada wartawan.

Bambang menambahkan, dalam kancah perpolitikan di NTB saat ini, sudah lahir figur kepala daerah perempuan. Yakni, di Kabupaten Bima. Menurutnya, meski dengan berbagai berbagai kelebihan dan kekurangannya, sosok Hj. Indah Damayanti Putri sudah dapat merubah paradigma kepimpinan wanita di NTB saat ini.

“Untuk di Pilgub NTB ini, ada sosok Hj Putu Selly Andayani, Hj. Robiatul Adawiyah (Anggota DPD RI) dan Hj. Baiq Diah Ratu Ganefi (Anggota DPD RI) yang perlu disupport dan diapresiasikan oleh parpol di NTB. Bagi saya, harus ada gagasan bersama mendorong figur wanita untuk tampil dalam pilgub kali ini,” tandas Bambang Mei Finarwanto. fahrul

Leave A Reply