Berbagi Berita Merangkai Cerita

PDAM Lotim Tak Capai 30 Ribu Pelanggan, Penyebabnya Kurang Sumber Air

21

SELONG, DS – Direktur Umum PDAM Lombok Timur, Suhirman mengaku tak dapat memenuhi target 30.000 pelanggan di tahun 2020. Jumlah tersebut merupakan target yang dibebankan Bupati untuk direksi PDAM. Bahkan Bupati sempat mengancam akan merombak direksi PDAM jika tak dapat memenuhi target tersebut.

Meskipun demikian, Suhirman mengatakan target tak tercapai lantaran kapasitas air yang akan disuplai ke pelanggan saat ini masih sangat minim. Harus ada peningkatan jumlah sumber mata air untuk mendukung peningkatan pelanggan.

“Di cabang selong ini saja, ada 15.000 pelanggan menunggu. Cuma tidak bisa kita paksakan karena idle capacity kita, sumber air kita masih kurang,” kata Suhirman saat ditemui, Kamis (03/12).

Saat ini pelanggan PDAM Lombok Timur mecapai 26.700 Sambungan Rumah (SR). Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelum pergantian direksi yang jumlahnya 25.400 pelanggan. Di akhir tahun 2020 ditargetkan jumlah pelanggan PDAM Lombok Timur sebanyak 28.000 SR.

Untuk menambah sumber air di tahun 2021, Suhir menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) NTB agar mendapatkan dukungan penuh. Kemudian akan menginventarisir sumber air yang bisa dikelola oleh PDAM.

“Dengan itu, di tahun 2021 target kami 6.000 pelanggan. Yaitu di selatan, Selong, dan Wanasaba,” terangnya.

Selain peningkatan jumlah pelanggan, PDAM juga membenahi sistem pembayarannya. Dikarenakan dari hasil evaluasi diketahui banyak pelanggan yang nunggak pembayaran.

Penunggakan pembayaran ini dinilai akibat dari sistem pembayaran yang masih konvensional. Oleh karena itu, perlu ada inovasi pembayaran yang menyesuaikan dengan perkembangan tekhnologi.

“Dengan situasi yang sekarang ini masyarakat penuh dengan berbagai kesibukan, kecenderungan masyarakat itu mencari sesuatu yang cepat, pelayanan yang cepat,” ujarnya.

Di tahun 2021 mendatang PDAM Lombok Timur akan menjalin kerjasama dengan BRI agar masyarakat dapat membayar tagihan air melalui agen-agen BRI Link yang tersebar di seluruh Lombok Timur. Serta menyiapkan pembayaran digital dengan menggandeng perusahaan IT dari Surabaya. Nantinya sistem tersebut juga akan terintegrasi dengan sistem pembayaran melalui retail modern.

“Kita sudah pelajari draft MoU-nya untuk membangun kerjasama dengan retail modern. Insyaallah di awal 2021 ini sudah jalan semuanya,” jelasnya.

Sebelumnya, PDAM Lombok Timur telah menjalin kerjasama dengan PT. Pos Indonesia. Namun, karena masyarakat kurang familiar dengan sistem ini menyebabkan serapan pembayaran pelanggan kurang dari 10%. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.