Pawai Ogoh-ogoh di Mataram Dibatasi di Banjar

2 min read

MATARAM, DS – Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di wilayah Kota Mataram menyambut Nyepi tahun ini tetap dilaksanakan walau di wilayah lainnya seperti di Provinsi Bali ditiadakan sebagai antispasi wabah virus corona.

Meski demikian, diperbolehkannya kegiatan tersebut tetap mengacu pada ketentuan meminimalkan sebaran wabah Covid-19 yakni digelar di masing-masing banjar.

“Dari informasi yang kami peroleh, sudah ada rapat bersama di Kantor Wali Kota bersama pihak kepolisian dan PHDI bahwasanya kegiatan pawai ogoh-ogoh ini tetap berjalan tapi dengan pembatasan,” ujar Kepala Bakesbang Poldagri NTB, H. Muhamad Rum menjawab wartawan, Minggu (22/3).

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, perayaan Ogoh-ogoh di masing-masing banjar merupakan bentuk antisipasi Pemkot Mataram dalam meminimalkan sebaran wabah Covid-19. “Alhamdulillah, sampai saat ini kita di Mataram belum ada yang positif. Kita mengharapkan masyarakat tenang dan jangan panik,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, keputusan memperbolehkan pawai Ogoh-ogoh dengan pembatasan diputuskan dalam rapat bersama yang dihadiri unsur TNI, Polri, Ketua PHDI NTB, Anak Agung, dan seluruh camat se-Kota Mataram pada Jumat (20/3) lalu.

Kata Ahyar, pelaksnaan pawai ogoh-ogoh di wilayahnya tidak menggunakan jalur protokol seperti tahun sebelumnya. Namun banyak dilakukan secara in door saja.

“Kami menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan sebelum perayaan parade ogoh-ogoh nanti. Di mana yang perlu disemprotkan disinfektan dan screening kita akan lakukan. Untuk pengukuran suhu tubuh menggunakan thermo scanner juga kita akan lakukan,” tegasnya.

Ahyar pun meminta,seluruh warga Mataram agar memahami kondisi ini. Langkah tersebut diambil, jelas dia, demi kepentingan masyarakat untuk meminimalkan sebaran Covid-19. Kesepakatan diambil bersama camat dan lurah se-Kota Mataram. “Nanti mereka kita minta yang menyosialisasikan juga,” kata Wali Kota.

Senada dengan itu, Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnya, juga telah sepakat dengan keputusan yang diambil oleh Pemkot Mataram. Sebagai bentuk antisipasi, jelas Made, seluruh warga memang harus menjauhi kerumunan massa. “Harus dihindari. Khusus umat Hindu di Mataram, diharapkan tetap melaksanakan perayaan parade ogoh-ogoh di masing-masing banjar,” ungkapnya.

“Kita imbau juga untuk tetap memperhatikan imbauan dari protokol kota Mataram. Dari Parisada pusat juga akan membatasi itu, tidak lagi (ogoh-ogoh) di jalan protokol tahun ini. Kita juga minta banjar di masing-masing lingkungan bertanggungjawab untuk itu,” sambung Ida Made Santi Adnya. RUL.

Tinggalkan Balasan