A place where you need to follow for what happening in world cup

Paslon Ali-Sakti Terbanyak Daftarkan Akun Medsos

0 20

MATARAM, DS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB memastikan sebanyak empat pasangan calon (paslon) yang akan bertarung untuk Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018-2023, telah resmi mendaftarkan akun media sosial yang akan digunakan untuk keperluan kampanye mereka.

Diketahui, empat paslon yang akan bertarung di Pilkada NTB 2018. Yakni, pasangan nomor satu, yakni H.Moh Suhaili dan Muhammad Amin yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Nomor dua merupakan pasangan calon yang diusung oleh TGH. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi yang diusung oleh Partai Gerindra, PPP, PAN, PDIP, PBB dan Hanura. Sementara, nomor tiga, adalah pasangan Dr. Zulkieflimansyah dan Hj. Siti Rohmi Djalilah. Pasangan ini diusung oleh duet Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat. Sedangkan, untuk nomor empat menjadi milik pasangan yang maju lewat jalur independent Ali Bin Dachlan dan Lalu Gede Sakti.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori mengatakan, sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017, salah satu sarana kampanye yang diperbolehkan para pasangan calon (Paslon) adalah menggunakan media sosial (Medsos). Oleh karena itu, seluruh paslon diharuskan mendaftarkan akun-akun medsos miliknya.

“Ini karena, masa kampanye Pilgub NTB 2018 sudah dimulai dari 15 Februari sampai 23 Juni 2018 mendatang. Alhamdulillah, keempat paslon itu, sudah melaporkan seluruh akun-akun milik mereka,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (21/2).

Aksar mengaku, pengumpulan seluruh akun-akun empat paslon peserta Pilkada NTB, jika merujuk surat yang diterima KPU NTB, tercatat dimulai pada 8-14 Februari lalu. Rinciannya, paslon Suhaili-Amin memiliki dua akun facebook dan satu akun instagram. Sementara, Ahyar-Mori memiliki tiga akun facebook, tiga akun instagram, tiga akun twiiter dan satu website resmi.

Hal serupa diikuti paslon Zul-Rohmi yang memiliki satu akun facebook, satu akun instagram, satu akun twitter dan satu youtube. “Sedangkan, paslon Ali-Sakti memiliki lima akun facebook, satu akun instagram dan satu akun twitter,” jelas Aksar.

Menurutnya, pasangan calon kepala daerah pada Pilkada 2018 hanya boleh memiliki paling banyak lima akun media sosial yang digunakan untuk keperluan kampanye.  “Kami membatasi lima akun media untuk satu paslon. Dan terdata, paslon nomor urut empat, yakni Ali-Sakti yang memilikilima akun media sosia berupa facebooknya,”  ungkap Aksar.

Ia menjelaskan, tiap pasangan calon kepala daerah yang telah ditetapkan, wajib melaporkan akun media sosial yang akan digunakan sebagai corong kampanye kepada KPU, maksimal satu hari sebelum pelaksanaan kampanye.

Hal itu diatur dalam Pasal 47 ayat (3) Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Pada saat daftar kami langsung tembuskan ke Bawaslu dan Bawaslu bisa langsung mengawasi,” ucap Aksar.

Selain itu, akun media sosial yang didaftarkan juga akan ditembuskan ke KPU daerah dan Panwaslu daerah yang bersangkutan, serta Polda dan Polres. “Mekanisme tersebut diatur dalam Pasal 47 ayat (4) Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017,” tandas Aksar Anshori. fahrul

Leave A Reply

Lewat ke baris perkakas