BSK Samawa

Pasien Pengguna BPJS Kesehatan di RSUD Soedjono Selong Capai 83 Persen di Tahun 2023

Selong, DS- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong mencatat sebanyak 83 persen dari toral pasien yang dilayani telah menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

“Pasien BPJS yang sudah diurus pada tahun 2023 itu sudah 83 Persen, dan 83 persen diantara mereka sudah semua menggunakan jasa layanan,” ucap Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Ahmad Bardan Salim, Jumat (26/04/2024).

Badran menjelaskan, rata-rata pertahun itu masyarakat yang berobat ke RSUD menggunakan BPJS Kesehatan. Karna itu, keuangan rumah sakit itu sangat bergantung pada BPJS.

Untuk meningkatkan persentase hingga mencapai 100 persen di tahun 2024 ini, pihak RSUD Soedjono Selong telah mengeluarkan Program Pelayanan Petugas Administrasi Kependudukan di Rumah Sakit Terintegrasi (PEPADU SAKTI) yang diluncurkan Pj Bupati Lombok Timur pekan lalu.

Sejak diresmikan pada 16 April 2024 lalu, hingga saat ini tercatat sudah sebanyak 42 pelayanann administrasi pasien yang telah dilayani.

“Laporan dari PEPADU SAKTI, dari buka sampai saat ini ada 42 orang yang ditangani dokumennya, ada yang akta kelahiran, KK dan lainnya,” katanya.

Program itu diyakini akan meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehan dan bisa meningkatkan target UHC hingga 98 persen di tahun 2024 ini.

Prosedurnya jelas Bardan, jika nanti ada yang ditemukan BPJS masyarakat yang bermasalah, para tim layanan yang merupakan gabungan antara RSUD, Dukcapil hingga Dinsos itu akan ke manajer pelayanan pasien (MPP).

“Nah MPP itu yang kordinasi dengan dinas kesehatan, karena UHC menjadi domain dari Dines Kesehatan (Dikes),”ujarnya.

Sampai saat ini lanjut dia, kordinasi antar tim pada program PEPADU SAKTI berjalan bagus walaupun itu hari libur kemarin,” Imbuhnya.

Berdasarkan surat keputusan Bupati Lotim ada beberapa kategori pasien yang di layani, yakni emergensi, non emergensi dan pasien dengan administrasi bermasalah.

Dimana, pasien emergenci yang tidak memiliki BPJS Kesehatan cukup membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Akan tetapi bagi pasien yang tidak emergenci akan dibuat BPJS kesehatan secara berjenjang dari desa, Puskesmas atau Dikes.

Dengan tercapainya UHC juga rumah sakit memiliki kewajiban tidak boleh menolak pasien karena alasan tidak memiliki BPJS.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, melihat tingginya tingkat kunjungan pasien, terutama pasien BPJS Kesehatan, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD.

“Sejak Januari kami juga sudah mulai berlakukan pendaftaran online, sehingga pasien ketika mau berobat ke RSUD tidak perlu nunggu lama. Bahkan kalu sudah pulang dan akan melakukan kontrol lagi sudah diberikan nomor antrian,” jelasnya.

Diakui, keberadaan program Pepadu sakti yang baru satu Minggu dilaunching di RSUD dr r Soedjono Selong, juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama pasien yang terkendala BPJS Kesehatan karena Adminduk yang bermasalah. Termasuk untuk penerbitan Adminduk seperti KK, Kartu Identitas Anak (KIA), akte kematian dan akte kelahiran.

Dengan naiknya status RSUD dari C ke tipe B juga sejumlah fasilitas pendukung di RSUD juga terus dibenahi. Diantaranya ialah pengadaan alat CT-scan dan cath lab untuk penyakit jantung dan struk. Kedua alat ini nanatinya akan di operasikan langsung oleh dokter spesialis.

Dokter spesialis yang akan mengoperasikan alat tersebut saat ini sedang disekolah agar bisa mengoperasikan alat canggih tersebut.

“Alatnya kita sudah punya, tapi SDM yang akan mengoperasikan alat CT-scan dan cath lab saat ini sedang kami sekolah kan. Karena yang mengoperasikannya harus dokter spesialis. Baik untuk struk dan penyakit jantung. Jadi sekarang untuk pemasangan ring jantung sudah bisa dilakukan di sini (RSUD),”imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.