Pasien Corona Kabur dan Meninggal di Lotim Ternyata Hoax

2 min read

SELONG,DS- Ketua Gugus Tugas Pecegahan dan Penanganan Covid-19, M. Juaini Taofik, menjawab sejumlah hoax yang beredar di masyarakat yang berkaitan dengan Corona, mulai dari adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kabur, ataupun dikabarkan meninggal.

Kepada awak media, Jumat (27/03/2020), Taofik memberikan klarifikasi terkait hoax yang diterimanya.
Pertama, terkait Inaq Udik yang diisukan meninggal. Padahal, faktanya Inaq Udik yang merupakan tukang pijit dari salah seorang pasien positif Covid-19 dalam kondisi yang sehat. Dan, masih menjalani tahap karantina mandiri di rumahnya.

Inak Udik sendiri sempat di jemput oleh pihak tim medis RSUD Selong untuk dilakukan isolasi terhadap yang bersangkutan.

“Yang saya pastikan ke temen-temen media, justru yang ‘memperawani’ ruang isolasi di RSUD Selong itu adalah Inak Udik,” ujar Taofik.

Namun, isolasi terhadap Inaq Udik memang tak berlangsung lama. Karena menurut dokter, wanita yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 tersebut dalam kondisi yang layak dipulangkan.
“Karena ada hal medis yang tidak bisa kita masuk di dalamnya, dokternya mengatakan layak untuk dipulangkan,” jelas Sekda Lotim tersebut.

Sementara, terkait kabar yang menyebutkan Inak Udik dipulangkan tanpa sepengetahuan Sekda selaku Ketua Gugus Tugas, dibantah juga oleh Taofik.

Ia pun mengaku tak pernah memarahi dokter spesialis paru seperti yang diisukan di media sosial dan beredar juga di jejaring WA.

“Sekarang, saya pelakunya. Saya punya tanggung jawab moril dan tanggung jawab kepada yang kuasa. Tidak pernah saya lakukan,” tegasnya.

Namun, ia mengatakan tak ada waktu untuk melaporkan para penyebar berita hoax tersebut. Karena padatnya tugas dan fungsi sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19.

“Saya tidak bisa melaporkan, dan lain sebagainya. Karena waktu. Menit per menit itu begitu berharga,” ucapnya.dd

Tinggalkan Balasan