Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pasien C19 di NTB Melonjak, Ini Kekhawatiran Kadinkes NTB

242

FOTO. dr Lalu Hamzi Fikri. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ketersediaan oksigen di wilayah provinsi NTB kian mengkhawatirkan. Itu menyusul, stok yang ada saat ini, mulai menipis seiring melonjaknya angka pasien yang terpapar Covid-19 yang kini dirawat di semua rumah sakit di wilayah tersebut.

“Kalau saya ibaratkan persediaan oksigen kita ini seperti lampu kuning. Dalam artian kita waspada terhadap oksigen ini,” tegas Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri usai mengikuti rapat koordinasi evaluasi penangangan Covid-19 di NTB yang dilaksanakan di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin Petang (26/7).

Ia mendaku, menipisnya persediaan oksigen itu tidak terlepas tingginya permintaan oksigen oleh rumah sakit seiring melonjaknya pasien positif Coviid-19 yang mendapat perawatan.

“Konsumsi terbanyak itu di RSUD Provinsi NTB dan RSUD Kota Mataram karena merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 dam banyak menangani pasien pasien Covid-19,” kata Hamzi.

Menurut dia, ketersediaan oksigen di NTB sebanyak 220 ton, sedangkan permintaan oksigen karena lonjakan kasus Covid menjadi 80 sampai 120 ton sebulan, bahkan hingga 160 ton.

“Rata-rata kebutuhan rumah sakit sehari itu 8 ton. Sehingga bisa dibayangkan sebulan berapa kita butuhkan oksigen karena ada lonjakan kasus sehingga kebutuhan oksigen menjadi over kapasitas. Sementara persediaan tidak banyak,” jelas Hamzi.

Karena itu, lanjut Mantan Direktur RSUP NTB ini, untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam daerah tidak ada cara lain rumah sakit harus melakukan efisiensi oksigen atau Non Invasive Ventilator (NIV) untuk membantu pasien Covid-19.

“Adanya peningkatan kasus perlu yang harus dijaga itu soal ketersediaan oksigen. Ketika pasien masuk ruang ICU maka kebutuhan oksigen itu akan tinggi. Karena satu pasien itu butuh 20 – 30 tabung sehari. Karena dia (pasien) butuh suplai oksigen yang cukup tinggi,” tandas Hamzi Fikri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.