Selasa , 28 Januari 2020
Home / Pariwisata / Save Teluk Bima, Wakil Gubernur Tanam Pohon
Penanaman pohon di Teluk Bima

Save Teluk Bima, Wakil Gubernur Tanam Pohon

Bima,DS – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Bupati Kabupaten Bima, Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H. M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove, Minggu (08/12/2019).

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima. Penanaman tersebut digelar dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Hadir juga pada kegiatan itu para Asisten Gubernur NTB, yaitu Asiten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Ridwan Syah, M.Sc.MT.MM, dan Asisten Administrasi dan Umum, Ir. Hj. Hartinah, MM.

Wakil Gubernur mengatakan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan orientasi bagaimana menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.

“Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu.

Ia memuji Bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Umi Rohmi terus mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini. Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan.

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Bupati Bima menyampaikan Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko terhadap bencana. Salah satunya karena daerah ini berada dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern seperti saat ini, banyak bencana diakibatkan oleh aktivitas manusia.

“Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” katanya saat memimpin apel tersebut.

Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Ini katanya, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

“Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga,” jelasnya.

Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” katanya.

Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima,. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan, salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima. Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing. Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur, dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” jelas Umi Rohmi di depan Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah, lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak. Maka katanya, memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” jelasnya.

Terkait dengan lingkungan kata Wagub, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk katanya, pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan. Ia juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan. Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

E-Ticketing di Teluk Nara dan Tiga Gili Pertama di Indonesia

KLU, DS-Dalam upaya memberikan pelayanan yang berkualitas kepada para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: