Selasa , 16 Juli 2019
Home / Pariwisata / Pembangunan Sektor Pariwisata Lotim Digalakkan
Hariyadi Djoewayni

Pembangunan Sektor Pariwisata Lotim Digalakkan

SELONG,DS-Tak dimungkiri, pembangunan sektor pariwisata telah memberikan manfaat yang besar bagi pemerintah. Itulah sebabnya, Pemerintah Pusat hingga daerah menaruh perhatian besar pada sektor yang tahun ini masuk 4 besar penyumbang devisa bagi negara.

Industri pariwisata ditarget oleh Pemerintah Pusat mampu menyumbang Rp 172 trilyun tahun ini. Sedangkan tahun 2019 mendatang akan ditingkatkan menjadi Rp 275 trilyun.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Haryadi Djoewayni mengungkapkan bahwa pemerintah pada semua level terus mengupayakan pembangunan di sektor pariwisata sebagaimana negara-negara lain di seluruh dunia. Sebab, potensi sumber daya yang dapat dikembangkan dalam sektor yang satu ini tidak akan pernah berkurang.
Perkembangan sektor pariwisata juga akan turut berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja. Untuk tahun ini saja, pemerintah pusat berani menargetkan jumlah tenaga kerja yang diserap sektor industri tanpa asap ini mencapai 11,7 juta orang dan pada tahun 2019 nanti ditargetkan sebanyak 13 juta tenaga kerja.
Pemerintah Daerah Lombok Timur juga menangkap peluang pengembangan industri pariwisata. Untuk itu, pada tahun 2017, pembangunan di sektor pariwisata kian digalakkan. Pemerintah Daerah telah menyusun Rancangan Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Lombok Timur yang membagi wilayah Lombok Timur menjadi 6 Satuan Kawasan Wisata (SKW) yang dilengkapi dengan skala prioritas.
Adapun 6 SKW itu masing-masing adalah Sembalun, Suela, Aikmel dan Wanasaba masuk dalam SKW 1. Masbagik, Pringgasela, Montong Gading dan Sikur dalam SKW 2. Terara, Sakra, Sakra Timur dan Sakra Barat dikelompokkan dalam SKW 3. Sedangkan Keruak dan Jerowaru dimasukkan SKW 4. Selong, Labuhan Haji, Sukamulia dan Suralaga dimasukkan ke dalam SKW 5 serta Pringgabaya dan Sambelia dijadikan SKW 6.
Selain pengelompokan kawasan wisata tersbut, juga telah diprogramkan pembangunan infrastruktur pendukung industri pariwisata di tahun 2017 mendatang.
“Pemda telah membuat program pembangunan jalan sepanjang 10 kmdi setiap kecamatan. Dari 10 km jalan tersebut, diharuskan ada jalan yang menuju lokasi wisata. Ini bentuk perhatian pemerintah dalam usaha pengembangan industri pariwisata di Lombok Timur,” ungkap H. Haryadi. KRISMA

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Samota Resmi sebagai Cagar Biosfer Dunia

Paris,DS-Hari ketiga The 31st session of the Man and the Biosphere (MAB) Programme International Coordinating …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: