Jumat , 15 November 2019
Home / Pariwisata / Ketua BPPD dan Forum Pokdarwis Dilantik
Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar memberikn sambutan pada pelantikan pengurus BPPD dan Pokdarsiw setempat

Ketua BPPD dan Forum Pokdarwis Dilantik

KLU, DSi-Ketua berserta pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi dilantik Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, Senin (29/7). Pelantikan itu sekaligus menjadi momentum meresmikan keberadaan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se- Lombok Utara.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara kini memiliki relasi baru kaitan pengembangan maupun promosi pariwisata daerah. Pasalnya, Lombok Utara kini mulai bangkit setelah musibah terjadi. Selain itu, BPPD memiliki tanggungjawan besar untuk meyakinkan wisatawan bahwa Lombok Utara sudah layak dikunjungi kembali.

“Tugas forum komunikasi Pokdarwis terlebih BPPD ke depan akan sangat banyak. Pasalnya untuk mengaungkan brand destinasi wisata dunia tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah melainkan perlu adanya sebuah lembaga yang membantu,” ujarnya seraya menambahkan terobosan dan program kerja BPPD yang sudah terbentuk ini diharapakan menyuarakan potensi wisata di daerah.

Menurutnya, pemerintah perlu satu misi bersama unsur masyarakat. Forum Komunikasi Pokdarwis juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat yang sangat efektif. Karena didalamnya berkumpul pengurus Pokdarwis se-KLU yang diakomodir melalui forum ini.

“BPPD maupun Pokdarwis adalah representasi dari unsur semua elemen masyarakat guna bagaimana memajukan pariwisata yang menjadi andalan Lombok Utara,” jelasnya.

Terhadap Forum Komunikasi Pokdarwis, kata dia, dibentuknya forum merupakan bentuk kemudahan baik bagi pemerintah maupun masyarakat yang notabene peduli akan potensi pariwisata di tempat tinggal masing-masing. Tentu, menyangkut kegiatan dibutuhkan anggaran. Untuk itu, kedua lembaga nantinya akan berurusan dengan Disbudpar Lombok Utara.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM Disbudpar Lombok Utara, Anas Ghaib, menjelaskan anggaran BPPD akan diupayakan pada proses APBD Perubahan tahun 2019 ini. Menurutnya, mustahil jika sebuah organisasi bisa jalan tanpa adanya dukungan anggaran yang jelas. Di satu sisi, dengan pelantikan ini artinya di Lombok Utara seluruh organisasi pariwisata sudah dimiliki. Tinggal sekarang bagaimana seluruh organisasi berkolaborasi dengan dinas untuk membangun citra pariwisata yang bagus.

“Kita akan upayakan, karena yang ada anggaran saat ini ASITA, PHRI, HPI, dan itu sudah kita bentuk. Bahkan Akacindo sudah juga, semua organisasi ini sangat intens berkomunikasi dengan kita karena KLU yang sudah dicanangkan sebagai destinasi pariwisata dunia, kita juga harus siap dari sisi SDM juga,” jelasnya.

Aspek SDM menurut Ghaib, merupakan bagian penting bagi kemajuan pariwisata. Karena itu, pihaknya terus menggenjot para pelaku wisata pun dengan pengembang pariwisata yang tersemat dalam diri masyarakat (Pokdarwis).

“Sebagai contoh, melalui pembentukan forum komunikasi ini maka Disbudpar setidaknya bisa mengumpulkan sekitar 56 Pokdarwis yang dihimpun menjadi satu kepengurusan,” katanya. “Maka kita berupaya keras untuk menggenjot, minimal bagaimana cara mengembangkan kawasan wisatanya.”

Secara terpisah, Ketua BPPD Lombok Utara, Lalu Suratman, mengatakan bahwa tugas BPPD dalam enam bulan ini yaitu membangun citra bahwa pariwisata Lombok Utara sudah bangkit pasca gempa. Pihaknya dan seluruh pengurus pun bersepakat, Gili Trawangan masih menjadi prioritas guna mendapatkan pundi-pundi kunjungan wisman maupun wisnu. Karena 70 persen wisatawan berpusat di sana.

“Trawangan akan menjadi sentra bagi destinasi yang lain. Karena semua akan dipromosikan di Gili Trawangan. Yang ingin kami utamakan nanti bahwa informasi obyek wisata di Lombok Utara sudah siap dikunjungi kembali paska musibah gempa,” tandasnya.man

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

‘Rebo Bontong’ Jadi Tontonan Wisatawan Gili Trawangan

KLU, DS-Ritual Mandi Safar atau disebut masyarakat Lombok Utara sebagai “Rebo Bontong” menjadi agenda tahunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: