Jumat , 15 November 2019
Home / Pariwisata / Karya Bhakti TNI 2019 Sasar Restorasi Sungai di Lobar
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid (kanan) saat mendampingi Danrem mengecek langsung normalisasi sungai yang merupakan rangkaian Karya Bhakti jajaran Korem Wirabhakti di Desa Senteluk, Lobar

Karya Bhakti TNI 2019 Sasar Restorasi Sungai di Lobar

MATARAM, DS – Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan fungsi sungai memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia seperti sebagai sumber irigasi bagi para petani, bahan baku air minum, saluran pembuangan air hujan dan air limbah, dan bahkan bisa dijadikan sebagai objek wisata sungai.

Untuk itu, pengembalian fungsi sungai tersebut harus dilakukan. Pihaknya bersinergi dengan pemda untuk melakukan upaya restorasi sungai agar kembali seperti semula. “Ini bagian dari program TNI AD untuk mensinergikan program pembangunan Pemerintah Daerah dengan TNI melalui karya bhakti terpadu,” ujar Danrem saat menyampaikan sambutannya pada embukaan Binter terpadu untuk restorasi sungai di Dusun Teloke Tengah, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (24/10).

Menurut Danrem, adanya program karya bhakti terpadu diharapkan mampu mempercepat pembangunan di daerah agar berjalan dengan baik. Kata Rizal, apabila ada pembangunan yang terhambat maka TNI bisa memberikan bantuan seperti restorasi sungai. “Jadi kegiatan yang kita lakukan sekarang ini dengan melibatkan para stake holder dan instansi terkait tidak lain agar fungsi sungai dapat kembali seperti fungsi awalnya,” kata Danrem.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan,  karya bhakti ini memiliki kemiripan model seperti pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Hanya saja, restorasi sungai kali ini menjadi model kegiatan bagi pemda di Indonesia.

“Dan satu-satunya yang sudah melaksanakan adalah Kabupaten Lombok Barat. Karena, rule model ini menjadi bermakna yang luar biasa karena mengaktualisasi nilai-nilai sinergitas antar lembaga dalam satu kegiatan yang nyata,” kata Fauzan.

Minimnya debit air sungai telah membuat mobilitas penyediaan dan suplay air untuk mengatasi segala macam kebutuhan menjadi sangat terganggu. Berbeda kasusnya ketika berada di musim hujan banyak beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah dan dengan sedimentasi berupa lumpur yang mengeras seperti batu serta penyempitan alur membuat sungai tidak mampu manampung air maka akan terjadi banjir.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan normalisasi sungai dengan seoptimal mungkin dengan melakukan restorasi sehingga kondisi sungai menjadi lebih baik, bersih, proporsioal dengan berbagai kondisi air yang berlebihan.

Setelah menggelar upacara pembukaan Binter terpadu, Danrem 162/WB bersama Bupati Lobar, Ketua DPRD Lobar dan Dandim 1606/Lobar menyerahkan Sembako kepada masyarakat dan pengobatan masal, pembuatan SIM dan dilanjutkan peninjauan lokasi restorasi sungai.

Acara pembukaan juga dihadiri Forkopimda Lobar, Danyon 742/SWY, Camat Batulayar, Para Danramil jajaran Kodim 1606/Lobar dan masyarakat. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

‘Rebo Bontong’ Jadi Tontonan Wisatawan Gili Trawangan

KLU, DS-Ritual Mandi Safar atau disebut masyarakat Lombok Utara sebagai “Rebo Bontong” menjadi agenda tahunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: