Senin , 17 Juni 2019
Home / Pariwisata / GM BIL :  Penumpang di BIL Turun 40 Persen
Nugroho Jati

GM BIL :  Penumpang di BIL Turun 40 Persen

MATARAM, DS – General Manager (GM) Bandara Internasional Lombok (BIL) Nugroho Jati mengatakan terjadi penurunan pergerakan dan penumpang pesawat di BIL sepanjang tahun 2019 ini. “Penurunannya kurang lebih 40 persen dari statistik pergerakan pesawat maupun penumpang sepanjang 2019,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (27/3).

Jati memperkirakan penurunan pergerakan dan penumpang pesawat di BIL disebabkan sejumlah faktor, antara lain dampak bencana gempa yang melanda Lombok pada tahun lalu hingga persoalan harga tiket pesawat.

“Dampak bencana secara psikis belum pulih tapi harus kita bawa pada keyakinan bahwa Lombok aman untuk dikunjungi,” ucapnya.

Penurunan pergerakan dan penumpang pesawat tentu berimplikasi pada hal-hal lain, baik dari sisi pemasukan bandara dan juga perekonomian warga.

Jati menyebutkan, data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang. Seharusnya, jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018.

“2018 mestinya lebih dari 3 juta penumpang, tapi karena ada gempa langsung ada penurunan drastis menjadi hanya 1,8 juta penumpang,” ungkapnya seraya berharap jumlah penumpang di BIL pada 2019 dapat meningkat hingga 4 juta.

“Kita (BIL) tetap kolaborasi dengan pemda, baik Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk pemulihan sektor pariwisata Lombok,” kata dia.

Operasi 24 Jam

Sementara itu, kebijakan operasional 24 jam yang dilakukan merupakan sebuah upaya untuk mendukung aksesibilitas Lombok sebagai daerah destinasi wisata yang lebih memadai. Operasional bandara 24 jam memberikan kemudahan bagi manajemen maskapai untuk mengatur waktu penerbangan dari dan menuju Lombok.

“Kebijakan operasional 24 jam sudah kita siapkan untuk maskapai, baik maskapai domestik dan internasional, sudah tidak ada kendala waktunya mau datang dan berangkat kapan, ada kebebasan,” jelasnya.

Operasional 24 jam juga dapat dimanfaatkan manajemen maskapai yang hendak membuka rute penerbangan baru di Lombok, seperti AirAsia yang mulai membuka rute Lombok-Perth, Australia.

AirAsia tak hanya membuka sejumlah rute penerbangan baru, melainkan juga menjadikan Lombok sebagai hub kelima bagi AirAsia di Indonesia. Jati mengatakan, manajemen BIL sudah siap dalam pembukaan rute baru AirAsia dari sisi operasional bandara.

“Kesiapan operasional kita sudah siap, tidak ada masalah, cuma satu saja ada kendala jam operasional kemarin, makanya kami sekalian operasional 24 jam supaya maskapai tidak ada kendala rotasi armada,” tandas Nugroho Jati. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan Belajar Pariwisata di Lotim

Selong,DS- Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Rohman Farly, MM menerima Kunker Komisi D …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: