Kamis , 17 Oktober 2019
Home / Pariwisata / Garbi dan M-16  Akui Subsidi Penerbangan Air Asia Kemenpar Topang Kunjungan Wisman
Para wisman mulai mendatangi kawasan Tiga Gili di KLU melalui Pelabuhan Bangsal Pemenang

Garbi dan M-16  Akui Subsidi Penerbangan Air Asia Kemenpar Topang Kunjungan Wisman

MATARAM, DS – Klaim peningkatan jumlah kunjungan wisata yang meningkat di NTB dipertanyakan sejumlah pihak. Ketua Garbi NTB, Lalu Pahrulrozi mengatakan, klaim peningkatan wisatawan yang juga disebar lewat infografis jika disimak baik justru bertolak belakang. Sebab, secara keseluruhan, di infografis yang beredar, data kunjungan wisatawan asing justru berkurang sekitar 10,4 persen atau sekitar 22.970 wisatawan.

“Itu artinya, dari sebanyak 220.003 wisatawan di tahun 2018 menjadi 197.033 wisatawan di periode yang sama 2019,” kata Pahrulrozi, menjawab wartawan, Kamis (3/10) petang, di Mataram.

Menurut dia, dari tujuh negara yang ditampilkan infografisnya, justru kunjungan lima negara berkurang, dan dua negara meningkat. Sehingga,  kondisi sedikit peningkatan terjadi karena Kementrian Pariwisata memberikan “subsidi” bagi pariwisata NTB melalui penerbangan AirAsia. Jumlahnya pun cukup lumayan.

Oleh karena itu, klaim meningkat juga terbantah dengan berita resmi statistik yang diterbitkan pada 1 Oktober 2019.

BPS menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang datang ke NTB, baik domestik maupun internasional pada periode Januari-Agustus 2019 dibanding Januari-Agustus 2018, berkurang 27,82% atau berkurang dari 1,4 juta penumpang menjadi 1 juta penumpang.

“Positifnya, jumlah penumpang Juli menuju Agustus meningkat sebanyak 5,26% dibanding tahun lalu periode yang sama,” ujar Pahrulrozi seraya menyarankan agar pemerintah daerah bisa mengurangi kebiasaan memframe informasi. “Itu mengelabuhi tuan. Orang pun maklum, NTB habis gempa, jadi ada tekanan pada industri pariwisata,” tegasnya.

Ia menambahkan, yang mesti diajukan pertanyaan, mengapa Australia-Jerman bisa meningkat sementara yang lainnya tidak? Mengapa kunjungan dua negara itu meningkat pasca gempa? “Jawaban pertanyaan ini bisa menjadi terobosan kebijakan,” tukasnya.

Tapi, ia menekankan, jangan menyederhanakan bahwa direct flight menjadi alasan utama peningkatan wisatawan. Sebab Jerman yang tidak ada direct flight ke Lombok, juga tercatat tumbuh positif.

“Emangnya semua negara mau dibikinkan direct flight juga? Apa ke Korea juga mau dibuat direct flight, biar beasiswanya lancar?” katanya. Pahrulrozi menjelaskan,  Pemda NTB juga jangan mengenyampingkan fakta bahwa sejauh ini  masih banyak korban gempa bumi 2018 yang belum memiliki kepastian.

Bahkan berdasarkan surat BNPB, apabila sampai 25 Desember 2019, masih ada kekurangan dana stimulan, maka itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Mari menatap lebih optimis, tanpa framing yang overdosis dan simplifikasi persoalan,” kritiknya.

Sementara itu, Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, arah pengembangan pariwisata NTB perlu mendapat sorotan.

Menurutnya, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok pada Januari-Agustus 2019 hanya sebanyak 80.232 penumpang atau turun 27,94 persen dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebanyak 111.342 penumpang.

“Memang masih ada pintu masuk lain bagi turis asing seperti jalur laut. Tapi penurunan kedatangan wisman yang menggunakan moda pesawat menjadi indikator belum benar-benar pulihnya sektor pariwisata NTB,” katanya seraya menekankan, jika kondisi rute udara sepi di tahun lalu mungkin masih wajar ada penurunan wisman. Sebab saat itu sedang ada musibah gempa bumi.

“Kalau sampai sekarang tahun ini, kok belum ada perbaikan yang signifikan,malah menurun,” tandas Bambang. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Imbas Penerbangan Langsung, Wisatawan Australia ke NTB Naik Empat Kali Lipat

Mataram,DS – Dibukanya penerbangan langsung Lombok – Perth memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam mendongkrak pertumbuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: