Selasa , 19 Februari 2019
Home / Pariwisata / Dongkrak Jumlah Wisman, Pesta Diskon 2019 Diperpanjang
Ketua Dekranasda NTB Niken Saptarini Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB tengah melaunching Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram

Dongkrak Jumlah Wisman, Pesta Diskon 2019 Diperpanjang

MATARAM, DS – Kegiatan pesta diskon di NTB bertajuk Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 yang awalnya hanya dilakukan sebulan, yakni pada 27 Januari hingga 28 Februari, bakal diparpanjang pelaksanaanya hingga dua bulan menjadi Maret. Sekda Rosiady Sayuti menilai perpanjang waktu itu diperlukan lantaran penyelenggaraan LSGS 2019 yang hanya sebulan dirasa tidak akan efektif.

“Biasanya, calon wisatawan tidak memiliki cukup waktu menyusun liburan ke NTB jika waktunya hanya sebulan. Ingat, dimanapun dan siapapun wisatawannya biasanya mereka merencanakan liburan paling minimal butuh waktu. Wajarlah, kalau saya menyarankan paling tidak LSGS itu dua bulanlah waktunya, kreasinya seperti apa para pelaku industri dan Dinas Pariwisata yang lebih paham untuk mengaturnya,” ujar Rosiady usai pembukaan LSGS 2019 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram,  Minggu (27/1) malam.

Sekda mengakui, dalam waktu rentan dua bulan pihaknya menghendaki agar SKPD terkait bersama pengurus BPPD NTB perlu mulai memikirkan terkait kegiatan promosi LSGS 2019 bisa sampai ke luar negeri.

Menurut Rosiady, Dispar NTB tidak bisa hanya bergantung dari promosi ke luar negeri yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Terlebih, NTB sendiri memiliki Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang bertugas untuk mempromosikan destinasi wisata.

“Saya minta, dana BPPD yang sekian miliar kalau masih ada dan dana di SKPD untuk promosi, kalau bisa sekitar 70 persennya dialokasikan untuk promosi ke luar negeri. Bagi saya ini penting agar gaung pariwisata kita betul-betul terdengar dan memengaruhi orang datang beramai-ramai ke NTB,” tegas Sekda.

Pelaksanaan LSGS 2019 yang dibuka pada Minggu malam (27/1) sekitar pukul 21.00 Wita di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram itu, sejatinya merupakan kegiatan yang kali ketiga diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) NTB.

Dispar mengklaim jika program ini merupakan salah satu andalan Pemprov NTB dalam menarik wisatawan saat masa low season dengan memberikan potongan harga hingga 70 persen dari hotel, travel, pusat perbelanjaan, restoran, hiburan, dan UMKM.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, ajang yang digelar selama sekira sebulan, dari 27 Januari hingga 28 Februari, akan diikuti sekitar 120 tenant dari hotel, travel, pusat perbelanjaan, restoran, hiburan, dan UMKM. Jumlah peserta LSGS 2019 mengalami peningkatan dibanding LSGS 2018 yang hanya diikuti 70 tenant.

“LSGS tahun ini tidak hanya berpusat di Mataram, tapi juga diikuti dari desa wisata dan homestay di luar Mataram seperti Tete Batu dan Senggigi,” ujar Faozal.

Faozal menargetkan, transaksi selama penyelengaraan ajang LSGS 2019 mampu menyentuh angka sekitar Rp 20 miliar. Dengan perpanjangan waktu LSGS, tentu nilai transaksi diperkirakan akan semakin meningkat.

Selain memberikan potongan harga menarik, para wisatawan yang datang ke NTB selama LSGS 2019, lanjut Faozal, berkesempatan mendapat doorprize berupa sepeda motor hingga umrah.

“Ya ini salah satu upaya kami dalam menghadapi masa low season dan juga percepatan pemulihan sektor pariwisata NTB pascagempa tahun lalu,” kata Faozal

Tantangan Pengurus BPPD

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB Niken Saptarini Zulkieflimansyah mengatakan, kegiatan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 menjadi tantangan awal bagi para pengurus BPPD yang baru di SK-kan oleh Gubernur pada awal Januari lalu guna menunjukkan kiprah mereka guna mempromosikan pariwisata NTB.

Sebab, kata Niken, ia berharap, gaung LSGS ini dapat setara dengan kegiatan serupa yang telah dilakukan di negara Asia Tenggara lainnya, semisal Singapura dan Malaysia.”Apapun kegiatan itu, yang utama adalah gaungnya. Disitu promosi itu memegang peranan penting, makanya pengurus BPPD yang baru harus berani membuat terobosan guna tersiarnya kegiatan ini ke negara lainnya di dunia,” tegas istri Gubernur itu.

Niken menambahkan, berhasilnya promosi itu dilakukan manakala ada keterpaduan semua pihak untuk berkontribusi secara bersama-sama untuk menggaungkan pemulihan pariwisata NTB pasca musibah gempa bumi beberapa waktu lalu itu. “Kalau kami di Dekranasda, Insya Allah siap menyuport apapun kegiatan yang dilakukan Dinas Pariwisata sepanjang geliat kegiatan yang dimaksudkan ada pembagian peran antar masing-masing stake holder terkait lainnya guna memajukan pariwisata NTB,” tandas dia.  RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Bau Nyale Jadi Ajang Kampanye Zero Waste

MATARAM, DS-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima kunjungan Hesty …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *