Berbagi Berita Merangkai Cerita

Pantau Vaksinasi Pelaku Pariwisata KLU Tahap Kedua, Kadispar NTB Target Tiga Gili jadi Zona Hijau

14

FOTO. Kadis Pariwisata NTB H. Yusron Hadi saat memantau pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara.(FOTO.RUL/DS).

MATARAM, DS – Sebanyak 820 pelaku pariwisata di KLU, mengikuti vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, Senin (9/8).

Kepala Dinas Pariwisata NTB,Yusron Hadi, terlihat memantau langsung kegiatan vaksinasi kedua tersebut. Menurut dia, pihaknya telah memperoleh sebanyak 1000 dosis yang dialokasikan untuk pelaku usaha wisata di NTB.

“Intinya, begitu vaksin tahap kedua kita terima dari Dikes NTB. Kami langsung distribusikan ke Pemda kabupaten/kota. Salah satunya di KLU pada hari ini,” ujar Yusron pada wartawan, Senin (9/8).

Menurut dia, jenis vaksin kedua yang telah diserahkan ke KLU, yakni sebanyak 400 vaksin jenis Sinovac. Di mana, teknisnya telah diserahkan kepada tenaga kesehatan (Nakes).

Pada kesempatan itu. Yusron berharap agar vaksin tidak hanya didapatkan bagi para pelaku pariwisata. Namun seluruh masyarakat di Kabupaten Utara harus mendapatkan vaksin.

Hal ini, sesuai proyeksi dari Pemprov NTB bahwasanya Gili Trawangan, Air dan Meno (Gili Tramena) akan dijadikan zona wisata hijau di NTB.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pemenang, KLU, I Gusti Nyoman Astane mengaku, dari total sebanyak 820 pelaku pariwisata di wilayahnya. Tercatat, sekitar 90% di antaranya sudah mendapatkan vaksin. Hal ini lantaran, pelaku pariwisata tersebut diutamakan untuk mendapatkan vaksinasi.

“Untuk alur pemberian vaksinnya, kami telah menyiapkan meja untuk registrasi bagi calon penerima vaksin, selanjutnya akan dilakukan skrining kesehatan lalu akan dilakukan penyuntikan. Di mana, setelah seluruh proses tersebut dilaksanakan maka selanjutnya para penerima vaksin akan mendapatkan kartu vaksin,” kata Astane.

“Jadi, kalau sudah divaksin, nanti akan dapat kartu sebagai bukti bahwa telah menjalani vaksinansi Kartu ini berlaku di seluruh Indonesia,” sambung dia.

Astane mendaku, lantaran beberapa kriteria penerima vaksin, pihaknya mengimbau agar para calon penerima vaksin dapat mempersiapkan diri sebelum dilakukannya pemberian vaksin.

“Selama proses vaksinasi di Puskesmas ini hanya tiga orang yang gagal mendapatkan vaksin dikarenakan memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi,”ujarnya.

Dihadapan Kadis Pariwisata NTB, Astane berharap agar jumlah vaksin yang didistribusikan di setiap daerah diperbanyak agar penerimaan vaksin cepat merata.

“Sasaran, selanjutnya adalah para lansia, publik atau masyarakat sekitar. Mohon Pak Kadis, agar diapresiasi usulan kami agar jumlah vaksinnya bisa diperbanyak lagi karena animo warga untuk divaksin cukup tinggi akhir-akhir ini,” tandas I Gusti Nyoman Astane. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.