Pantau Hilal di Tengah Covid-19, BMKG Sebut Idulfitri 1 Syawal Jatuh pada Ahad

1 min read

MATARAM, DS- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram menyatakan, hilal dapat dilihat dengan mata telanjang pada 23 Mei 2020 menjelang magrib, sehingga 1 Syawal 1441 Hijriah diprediksi jatuh pada 24 Mei 2020.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi mengatakan pada 22 Mei 2020, bulan berada sebelah Selatan bawah Matahari dengan fraksi Iluminasi Bulan mencapai 0,19%. Dimana, pengamatan dilakukan di Pantai Loang Baloq Kota Mataram pada sekitar Pukul 16.00 WITA hingga pukul18.04 WITA

“Sejauh ini, pengamatan kita, hilal tidak teramati karena bulan terbenam lebih dahulu dari matahari,” ujar Ardhianto dalam siaran tertulisnya, Jumat (22/5) malam.

Ia mengatakan, Konjungsi bulan dan matahari terjadi pada 23 Mei 2020 pukul 00.39 WITA, sehingga ada  kemungkinan tidak dapat melihat hilal pada 22 Mei petang.”Secara default, akan dilakukan istikmal atau menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari. 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020,” tegas Ardhianto.

Ia mengungkapkan, pada 29 Ramadan 1441 Hijriah atau pada 22 Mei 2020, diprediksi hilal tidak tampak. Namun, pada 23 Mei 2020 hilal sudah cukup tinggi dan cukup umur sehingga mudah untuk diamati. Jika hilal tidak tampak atau tidak teramati pada 29 Ramadan, barulah ditetapkan menambahkan 30 Ramadan.

Dengan demikian, umur bulan Ramadan pada tahun ini harus digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Oleh karena itu, 1 Syawal diprediksi jatuh pada 24 Mei 2020, sehingga salat Idulfitri bisa ditunaikan pada 24 Mei 2020 pagi.

“Syawal kali ini bukan masa kritis yang penuh potensi perbedaan, alhamdulillah,” kata Ardhianto Septiadhi. RUL.