Berbagi Berita Merangkai Cerita

Overload, TPA Lombok Timur Butuh Penambahan Blok Landfill

39

SELONG, DS – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit, yang terletak di Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, diakui mengalami over kapasitas. Dua blok landfill (penampungan) yang dimiliki TPA tersebut, dinilai sudah tidak mampu menampung gundukan sampah yang terbuang setiap harinya.

Demikian dituturkan kepala TPA Ijobalit, Suhardan, kepada awak media Jumat (12/06/2020). “Untuk sementara, sampah akan terus ditimbun keatas. Bisa kita bilang sudah overload,” ucapnya.

Bahkan ketinggian timbunan sampah di TPA Ijobalit telah mencapai 18 meter, terhitung dari dasar membran landfill. Padahal, tingginya gundukan sampah tersebut sangat membahayakan bagi armada pengangkut sampah yang bertugas setiap harinya.

Meskipun memiliki dua blok landfill dengan luas 100×90 meter, namun tetap tidak mampu menampung sekitar 60 ton sampah masyarakat Lombok Timur, setiap harinya. Idealnya, dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mencapai 1,3 juta jiwa, harusnya terdapat minimal 4 blok landfill untuk menampung kiriman sampah tersebut. “Minimal kita harus punya 4 blok landfill untuk ukuran penduduk Lombok Timur,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur, H. Marhaban menuturkan telah dilakukan pembebasan lahan seluas 2,3 hektare. Sehingga luas lahan TPA Ijobalit saat ini mencapai 11 hektare.

Pembebasan 2,3 hektare lahan tersebut, dimaksudkan untuk pembangunan blok landfill. Namun, disayangkannya tidak ada anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membangun blok landfill yang biayanya mencapai miliaran rupiah tersebut.

Dengan keterbatasan blok landfill, DLHK mensiasati dengan pemindahan sampah yang telah hancur dari landfill. Agar landfill yang ada dapat diisi kembali. Namun, sampah tersebut akan hancur dalam jangka 12 tahun lamanya.

“Cuma kan membutuhkan waktu ini. Makanya sampai tinggi. Kami tunggu sampahnya hancur dulu yang di bawah. Ini strategi kami dengan kondisi apa adanya. Begitu dia penuh betul, akan kami pindahkan lagi. Biar bisa kami manfaatkan lagi landfill ini,” jelas Marhaban.

Salah satu upaya yang dilakukan DLHK untuk mensiasati keterbatasan landfill ini, yaitu dengan mensosialisasikan kepada desa, agar mengolah sampah melalui BUMDes. Agar dapat dipilih sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Dengan demikian, residu yang terbuang ke TPA dapat terminimalisir. “Disitulah dimanfaatkan untuk pemilahan. Padahal kalau dipilah bisa menjadi barang yang punya nilai jual. Nanti residunya yang kita buang ke TPA,” bebernya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.