BSK Samawa

Optimalkan PAD dari MBLB, Bapenda Turun ke Lokasi Tambang

Turun ke lokasi tambang

Selong,DS – Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Lombok Timur turun le lokasi tambang untuk melakukan sosialisasi pajak MBLB. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak MBLB.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Muzammil Hadi mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) satu-satunya sumber anggaran yang dapat dikembangkan oleh pemda sehingga harus dimaksimalkan.

“Karena kalau Dana Pusat (DAU dan DAK) sudah diatur peruntukannya oleh pemerintah Pusat sehingga jalan satu-satunya adalah PAD harus lebih dioptimalkan,” ucapnya turun di Lokasi tambang Korleko Selatan, Senin (22/05).

Untuk memenuhi target PAD tersebut, kata Muzammil, Bapenda terus melakukan sosialisasi terhadap pengusaha tambang untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya membayar pajak demi kemajuan pembangunan.

“Namun yang harus diingat Pemda tidak boleh melakukan intervensi harga, terhadap  pengusaha tambang, namun hanya boleh menetapkan standar harga, sebagai acuan pengusaha untuk menentukan harga sehingga tidak terjadi penentuan harga dibatas kewajaran” ungkapnya.

Menurutanya, selama ini turunnya pendapatan daerah karena kurang tertibnya sistem pengelolaan pungutan pajak tambang MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) di Lombok Timur sehingga perlu perubahan sistem dan adanya sosialisasi lebih inten kepada para pengusaha tambang.

“Jadi kalau kita mau mencapai target,butuh kerjasama antar semua pihak baik pihak penambang, Sopir dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Pengusaha tambang Galian – C Harun menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi Bapenda Lotim yang turun langsung ke lapangan, karena selain untuk sosialisasi, dirinya juga bisa menyampaikan keluh kesahnya selama ini, terutama tentang sistem pungutan pajak MBLB.

Dijelaskannya, kendala selama ini yang sering dikeluhkan terkait retribusi terhadap sopir dum truk sehingga penarikan pajak dilakukan langsung di pos jaga.

“Kalau bisa penarikan dilakukan di Pos penjagaan, biar kita tidak bingung ketika pembayaran DO (Deliveri Order-red), biar kita sama-sama enak,”ucap Harun.

Karna itu, dia meminta Pemda memperbaiki sistem pemungutan pajak agar lebih efisien dan tidak merugikan semua pelaku usaha seperti dirinya.

“Kalau masih seperti ini, kita tidak untung dan tidak rugi, jadi buat apa kita berusaha kalau tidak ada keuntungan,” pungkasnya.lr

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.