Berbagi Berita Merangkai Cerita

Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Rp 1,5 M, Baznas Lotim Tak Bisa Tutupi Sisa Biaya Operasi

113

SELONG, DS – Kebutuhan pembiayaan untuk operasi pemisahan bayi kembar siam Anaya dan Inaya mencapai Rp 1,5 miliyar. Untuk memenuhi kebutuhan operasi tersebut, DPRD Lombok Timur melalui Komisi II memanggil sejumlah pihak untuk menemukan solusi pembiayaan tersebut.

Para pihak tersebut adalah Dinas Kesehatan, RSUD Dr Soedjono Selong, Dinas Sosial, Kabag Kesejahteraan Rakyat, dan Baznas Lombok Timur, Senin (22/06/2020).

Pada kesempatan tersebut dipaparkan sejumlah dana yang sudah tersedia untuk penanganan operasi pemisahan badan bayi kembar siam Anaya dan Inaya. Dimana dana yang terkumpul dari oleh tim penggalangan dana melalui Rumah Yatim sudah menembus Rp 305 juta. Sedangkan dana yang disiapkan oleh Dikes Lotim sebesar Rp 800 juta.

Dengan demikian, terdapat kekurangan sekitar Rp 400 juta untuk menutupi biaya operasi tersebut. “Dari rumah yatim sekitar Rp 300-an juta. Dari Dinas Kesehatan Rp. 800 juta. Artinya kebutuhan kita tinggal Rp. 400-an juta,” ujar pimpinan rapat Muliadi FT.

Ditemui usai rapat, Ketua Baznas Lotim, Ismul Basar menjawab, bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak bisa menutupi biaya sebesar itu untuk operasi pemisahan kedua bayi malang tersebut.

“Tidak bisa. Sekitar 100 (juta,red) yang masih tersisa,” jawabnya, saat ditanyakan terkait kemampuan Baznas menutupi sisa biaya kebutuhan operasi sebesar Rp 400 juta tersebut.

Ketidakmampuan tersebut lantaran tidak diperbolehkannya penggunaan dana zakat selain untuk delapan asnaf. Sedangkan, dana untuk kemanusiaan hanya bisa diambilkan dari infaq. Sementara dana infaq yang tersedia di Baznas Lotim saat ini berkisar diangka Rp 100 juta.

“Tidak boleh zakat. Karena kalau kita ambil zakat maka kita sudah melakukan tindakan yang salah,” ujarnya, seraya menambahkan perlunya melihat plafon infaq yang tersedia di Baznas Lotim.

Ismul pun meminta permakluman terkait keterbatasan tersebut, sembari menjelaskan yang disantuni oleh Baznas bukan hanya satu orang saja. “Dimaklumi saja, bukan satu kasus saja yang kita tangani. Sampai Mei ini, ada 12 ribu lebih yang sudah kita santuni dengan nominal bervariasi. Dari infaq, dari zakat,” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Hal ini sesuai dengan hasil rapat yang memutuskan Dinas Kesehatan sebagai ketua tim pembiayaan operasi Anaya dan Inaya.

“Kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan seperti yang diputuskan tadi. Kemudian kita bawa ke rapat pimpinan,” ucapnya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.