Operasi Pekat Rinjani Geret 142 Tersangka Kasus Judi dan Prostitusi
Mataram,DS-Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir. Reskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan SIK, memaparkan selama 14 hari OPS Pekat Rinjani 2023 Polda NTB berhasil mengungkap sebanyak 3 kasus prostitusi dengan mengamankan 3 tersangka beserta barang bukti.
Hal itu dikemukakan dalam press release hasil ungkap OPS Pekat Rinjani 2023 an di Tribun Bhara Daksa Polda NTB (31/03/2023) yang dipimpin oleh Plh. Kabid Humas Polda NTB didampingi Direktur masing-masing dari Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB.
Dalam kesempata itu, Plh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Lalu M. Iwan Mahardan, mengatakan Operasi Pekat yang dilakukan Polda NTB dan jajaran menyasar penyakit masyarakat seperti perjudian, Prostitusi dan Miras dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama bulan Ramadhan 1444 H.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir. Reskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan SIK , mengatakan selain itu terdapat kasus perjudian yang berhasil diungkap sebanyak 4 kasus, tiga diantaranya sebagai target dan 1 kasus diluar target dengan mengamankan 4 tersangka beserta sejumlah barang bukti.
“Pengungkapan tersebut merupakan hasil ungkap yang dilakukan oleh Polda NTB sendiri sedangkan untuk hasil ungkap pada jajaran Polres belum terhitung secara rinci,” ucap Pak Dir Teddy, sapaan akrabnya.
Secara keseluruhan hasil ungkap kasus pada OPS Pekat Rinjani 2023 yang dilakukan Polda NTB beserta Polres Jajaran yakni sebanyak 25 kasus perjudian dengan 130 tersangka. Sedangkan kasus prostitusi sebanyak 12 kasus dengan 12 tersangka.
Menurutnya, terjadi sedikit penurunan kasus dibanding tahun sebelumnya.
“Penurunan kasus tersebut membuktikan bahwa masyarakat NTB semakin sadar tentang tindakan atau kegiatan yang dilarang sesuai hukum,” jelasnya.
Sementara itu hasil ungkap kasus yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba seperti yang disampaikan Direktur Reserse Narkoba ( Dir. Resnarkoba) Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi SIK menyebutkan Polda NTB sendiri melakukan pengungkapan di 11 lokasi dimana dari 11 lokasi tersebut 6 lokasi diantaranya menjadi target.
“Kasus ini merupakan tindak pidana ringan oleh karenanya hanya dilakukan penindakan penyidikan, dimana dari hasil sidang maka akan dikenakan sanksi administrasi bagi penjual Minol tanpa izin ,”jelasnya.
Sementara jumlah ungkap kasus keseluruhan yang berhasil diungkap Polda NTB dan Polres Jajaran adalah 209 laporan kasus. 29 diantaranya menjadi target dan 180 kasus bukan target.
“Dari keseluruhan pengungkapan sebanyak 6 ribu botol lebih Minuman beralkohol dan Miras lokalan diamankan. Minol dan miras yang disita tersebut akan dimusnahkan serempak pada 17 April 2023 mendatang oleh Polda dan Polres Jajaran,” ujarnya.hm
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.