Berbagi Berita Merangkai Cerita

Operasi Bibir Sumbing Gratis Hari Juang TNI AD ke-74

0 7

MATARAM, DS – Korem 162/WB menggelar operasi bibir sumbing bekerjasama dengan Yayasan Smile Train Indonesia dan Yayasan Lombok Rereq di Denkesyah pada Jumat (20/12). Kegiatan yang diperuntukan untuk masyarakat sekitar Korem 162/WB dilakukan guna memperingati Hari Juang TNI AD ke 74 tahun 2019.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani membuka langsung kegiatan itu didampingi Dandenkesyah 09.04.02 Mataram Letkol Ckm Dewa Ngakan Gede Widiadnyana. Menurut Danrem, pihaknya memberikan apresiasi kepada Yayasan maupun rumah sakit yang aktif memberikan pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat.

“TNI sesuai jati dirinya sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang serta panggilan hati nurani senantiasa akan tumbuh dan berkembang bersama rakyat,” ujar Danrem dalam sambutannya.

Menurut Rizal, TNI lahir dari rakyat dan bagian dari rakyat, sehingga tidak berlebihan jika kegiatan bhakti sosial merupakan implementasi dari pengabdian Prajurit TNI AD kepada rakyat khususnya masyarakat NTB untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga dengan pelaksanaan operasi ini dapat membantu program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera dan berkualitas bagi pembangunan wilayah NTB menuju NTB Gemilang,” kata Danrem.

Terpisah, Dandenkesyah Mataram Letkol Ckm Dewa Ngakan Gede Widiadnyana mengaku, kegiatan operasi bibir sumbing akan dilaksanakan selama tiga hari untuk wilayah Pulau Lombok. Sedangkan, di wilayah Pulau Sumbawa sudah dilaksanakan di Kodim 1607/Sumbawa pada minggu lalu.

“Sebelum melaksanakan operasi akan dilakukan screening terhadap pasien, jika memenuhi persyaratan maka akan langsung dioperasi,” ujar Dandenkesyah.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Smile Train Indonesia Monalisa menyampaikan bahwa organisasi Smile Train Indonesia fokus untuk membantu operasi bibir sumbing gratis dan memberikan perawatan yang komprehensif untuk perbaikan sehingga pasien bisa tersenyum dan menyongsong masa depan.

“Yayasan ini berpusat di Amerika Serikat tersebut dan sudah beroperasi di sebanyak 85 negara. Sementara di Indonesia, operasi bibir sumbing dilakukan sudah menyasar sebanyak 8.000 orang sejak tahun 2002 lalu hinga saat ini,” jelas Monalisa

Pada kesempatan tersebut, hadir ditempat acara Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., Karumkit Mataram Mayor Ckm drg. Farid Munandar, para Perwira Denkesyah Mataram, perwakilan Yayasan Smile Trand dan Yayasan Lombok Rereq, pasien bibir sumbing dan undangan lainnya. RUL

Leave A Reply