Berbagi Berita Merangkai Cerita

OPD Lotim Sudah Serap Anggaran Minimal 40 Persen, Kecuali Dua Instansi Ini

11

Bupati Lotim Sukiman Azmy

Selong,DS- Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja OPD dalam pencapaian target serapan APBD semester 1 Tahun Anggaran 2021. Umumnya OPD telah mencapai target serapan anggaran yaitu minimal 40 persen. Hanya beberapa OPD saja yang capaiannya masih di bawah 40 persen seperti Dinas Perindustrian, Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Pertanian yang didorong Bupati agar lebih meningkatkan kinerjnya.

Bupati, pada rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (6/7) tersebut menyoroti pula cukup besarnya perbedaan persentase realisasi belanja antara keuangan dan fisik pada sejumlah OPD, di mana realisasi fisik lebih besar dari keuangan. Ia mengakui realisasi fisik harus lebih besar akan tetapi marginnya diharapkan tidak terlalu jauh.

Data kontrak juga menjadi penekanan Bupati. Ditekankan, jika OPD sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan belum dapat  mengunggah kontraknya, maka akan sangat merugikan karena tidak akan terealisasi. Batas waktunya adalah hingga 21 Juli mendatang. Bupati meminta agar OPD lebih serius sehingga tidak merugikan masyarakat. Diharapkan H-3  seluruh data kontrak dapat dirampungkan.

Bupati mengajak seluruh pihak berkolaborasi menemukan penyebab dan kendalanya untuk diatasi bersama. Inovas dan kreativitas juga harus ditunjukkan OPD untuk menggenjot realisasi. Dengan demikian pada triwulan ke-3 mendatang realisasi APBD TA 2021 tetap menunjukkan tern positif.

Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik yang juga hadir pada kesempatan tersebut memberikan penekanan agar setiap OPD mengoptimalkan nilai uang yang ada hingga habis, sebab saat ini belanja Pemerintah menjadi pendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Bappeda realisasi pendapatan sampai dengan 2 Juli mencapai 46,07% atau senilai lebih dari Rp. 1,299 trilyun lebih. Hanya saja dari sisi belanja realisasinya masih berada di angka 39,15% atau senilai Rp. 1,221 trilyun lebih. hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.