Berbagi Berita Merangkai Cerita

Oknum Pol PP Tendang Wartawan, Organisasi Pers Kecam Keras

50

Seluruh organisasi pers kecam pemukulan terhadap wartawan Lotim hingga dilakukan mediasi di kantor Satpol PP

SELONG, DS – Seluruh organisasi pers di Lombok Timur mengecam tindakan arogan oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan terhadap wartawan insidelombok.com.

Peristiwa pemukulan terjadi berawal ketika dua orang wartawan yakni Deni (Insidelombok.com) dan Supardi (Gerbang.co.id) hendak mengunjungi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim. Saat hendak masuk kantor, Deni lupa menggunakan kembali maskernya.

Sebelumnya Deni sudah menggunakan masker. Namun karena merasa pengap dan sedikit sesak, akhirnya Deni membuka maskernya. Oleh oknum yang bersangkutan, Deni diminta untuk menggunakan kembali maskernya.

“Kebetulan saat itu saya baru saja membuka masker akibat merasa pengap dan ingin mencari udara segar,” kata Deni, di Selong, Kamis (29/04/2021).

Saat mengambil masker di sakunya, oknum Satpol PP tersebut berulang kali mempertanyakan pemakaian masker dan dijawab lupa karena sempat merasa pengap dan sesak.

Oknum tersebut kemudian memepet badan Deni seperti menantang dan ingin memukul. Namun dilerai oleh Supardi yang juga didorong oleh oknum tersebut.

“Terus saya dicekik, kemudian saya tepis tangannya sembari dilerai sama Supardi,” tuturnya.

Kemudian oknum tersebut menendang ke arah perut Deni. Namun coba dihalau menggunakan lengan. Akibatnya, tangannya mengalami luka-luka terkena sepatu PDL oknum tersebut.

Tak puas sampai di situ, oknum tersebut menantangnnya berkelahi di luar areal kantor bupati. Namun Deni tak menggubris dan memilih menghindar.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur, Ratna Sari Dewi angkat bicara terkait hal ini dan menyatakan kecaman atas prilaku represif aparat.

“Kalau kekerasan fisik dilakukan, maka itu jelas sikap premanisme, dan tidak dibenarkan. Apalagi ini menimpa jurnalis yang menjalankan tugasnya,” tegas Ratna.

Sebagai pengayom masyarakat, anggota Pol PP dalam menjalankan tugasnya bisa bersikap edukatif dan humanis bukan malah menunjukan arogansi kepada masyarakat.

Ia pun meminta Bupati selaku pembina untuk memberikan perhatian serius kepada anggotanya.

“Kita minta Bupati dan Kasat Pol. PP harus mengevaluasi kinerja anggotanya di lapangan. Sikap premanisme aparat itu sangat tidak baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), Rusliadi mengutuk keras sikap arogan aparat tersebut. Pria yang mengetuai Forum yang mewadahi seluruh wartawan Lombok Timur ini mengatakan persoalan tidak selesai hanya dengan permintaan maaf secara lisan.

Harus ada evaluasi total oleh Bupati terhadap institusi Satpol PP. Agar tidak terjadi hal serupa kepada masyarakat lainnya di kemudian hari.

“Pelaku mengatakan dia melakukan tindakannya karena korban tidak menggunakan ID card. Tidak boleh seperti itu dong, berarti kalau bukan wartawan bisa diperlakukan seperti itu,” jengahnya.

Menyikapi peristiwa ini, Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh wartawan. Ia pun mengaku telah memerintahkan Kasat Pol PP untuk mengambil langkah pembinaan kepada oknum yang bersangkutan.

“Saya sudah mendirektif Kasat Pol PP untuk mengambil langkah pembinaan sesuai norma disiplin anggota Pol PP,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan harapan klaborasi dan sinergitas antara media dan pemerintah dalam membangun daerah. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.