Berbagi Berita Merangkai Cerita

Nyebrang Laut Bajo Pulau, Bang Zul Bantu Ambo Penderita Retak Tulang

38

Gubernur memberikan bantuan kepada Muhammad Ambo, penderita retak tulang belakang

Bima, DS — Aksi cepat Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., dalam merespon pengaduan masyarakat di Media Sosial (Medsos) terus bergulir. Pada kali ini Gubernur memberikan bantuan kepada Muhammad Ambo, penderita retak tulang belakang asal Desa Bajo Pulau Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Rabu (23/12).

Sensitifitas sosial Bang Zul sapaan karib Gubernur NTB menuai pujian dari para netizen di medsos dan kalangan masyarakat. Pasalnya, reaksi penjangkauan dan pengecekan tersebut terletak di seberang laut ujung timur Provinsi NTB. Tidak hanya melihat kondisi Muhammad Ambo, kunjungan ini juga disertai dengan pemberian beberapa bantuan pokok, diantaranya, sembako, bantuan tanggap darurat dan sejumlah dana.

Kepekaan Bang Zul didukung jajarannya dengan penuh tanggung jawab. Meski menyeberang laut, bantuan berupa sembako dan sejumlah dana dari Bang Zul diantar langsung oleh Pendamping PKH Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang diterima langsung oleh Muhammad Ambo.

“Berdasarkan pengaduan di medsos, Gubernur langsung merespon dengan menggerakan jajaran Dinsos Provinsi NTB dan Kabupaten Bima melalui Pilar Sosial Pendamping PKH di Sape. Membawa bantuan sembako dan sejumlah dana” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH Pada siaran Pers Rabu (23/12) siang.

Menurut Khalik sapaan akrab mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini, bantuan yang diberikan oleh Bang Zul dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga dan melengkapi dukungan biaya pemeriksaan kesehatannya.

Berdasarkan hasil assesment Pendamping PKH, Muhammad Ambo adalah pria kelahiran Bima 18 Agustus 1988. Menikah dengan Yeni asal Bajo Pulo dan telah dikaruniai dua putera.

Ambo menderita Sakit dengan kondisi retak tulang belakang. Terhitung empat kali melakukan pemeriksaan, baik di RSUD Bima maupun di RSU Provinsi di Mataram. Dalam perjalanan pemeriksaan, tim medis di RSUD Bima menganjurkan untuk di rujuk ke RSUP. Hanya saja kendala pada biaya pengobatan dan biaya operasional transportasi.

“Ambo mengalami derita sakit selama sepuluh tahun,” kutip Khalik dari laporan Pendamping PKH

Dia menambahkan, bahwa Ambo dan keluarga tidak termasuk penerima bantuan sosial, baik PKH atau BPNT/Sembako. Namun, dalam perjalanan pemeriksaan kesehatan, Ambo dan keluarga didukung BPJS Kesehatan.

“Semoga ambo lekas sembuh, dan keluarga yang mendampingi diberikan ketabahan, aamin,” harap penulis buku JPS Gemilang ini.

Terimakasih juga kepada Pilar Sosial Pendamping PKH yang telah mendukung kelancaran bantuan ini sampai kepada yang membutuhkan. Selain tugas Pokok, aksi dukungan Pendamping PKH dan Pilar sosial lainnya sangat membantu respon sosial Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota.

“Kepada Pilar sosial, terimakasih banyak atas dukungannya. Jaga kesehatan dan kekompakan di lapangan,” tutup Khalik.hm

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.