Menu

Mode Gelap

Dinamika · 21 Sep 2022 18:08 WITA ·

NWDI, TGB Ajak Bertebaran


					TGB Perbesar

TGB

SELONG, DS – NWDI terus berkembang lewat para abituren (alumni) dan dengan membangun Madrasah di seantero Indonesia dengan berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diniyah, MI, MTs, MA, Ma’had, bahkan hingga perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pengurus Besar NWDI DR. TGB. TGKH. M.Zainul Majdi, MA dalam sambutannya saat HULTAH NWDI 87 di Pancor Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (18/09/2022).

HULTAH NWDI 87 tersebut dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkiflimansyah Wakil Gubernur NTB DR.Ir. Hj. Sitti Rohmi Jalilah, M.Pd., Bupati Lotim Drs. HM. Sukiman Azmy, MM., Wakil Bupati Lotim H.Rumaksi Sy, SH., dosen Universitas Al Azhar Mesir, dan undangan lainnya.

Hal yang disampaikan TGB adalah mengajak bertebaran dan bergerak keluar untuk membesarkan NWDI sebagaimana yang telah dilakukan oleh Almagfurullah Maulana Assyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid dalam menyebarkan agama dan melakukan kegiatan dakwah.

“Jadilah busur-busur panah dalam perjuangan membesarkan NWDI,” ujar TGB. HM.Zainul Majdi di depan puluhan ribu jemaah.

Sementara itu, Gubernur NTB., DR.H.Zulkiflimansyah yang juga Dewan Pakar PB NWDI ikut menyampaikan kata sambutan dan merasa terharu melihat antusias masyarakat yang menghadiri HULTAH NWDI ke 87 di daerah kelahirannya, Pancor.

“Saya yakin ungkapan Ketua PB NWDI TGB. DR. TGKH.HM.Zainul Majdi, NWDI ini tak hanya menjadi milik warga Lotim, Lombok, NTB, bahkan Indonesia, tetapi NWDI juga akan mendunia,” ujar Zulkiflimansyah.

Apa yang disampaikan Zulkiflimansyah sudah terwujud, diantaranya dengan semakin maju dan berkembangnya wadah pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Darun Nahdlatain (NWDI), yaitu berdirinya Universitas Hamzanwadi pada tanggal 23 September tahun 2016. Keberadaan Universitas Hamzanwadi tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 428/KPT/I/2016 Tentang Penggabungan STKIP Hamzanwadi Selong dan Sekolah Tinggi Teknologi Hamzanwadi Selong menjadi Universitas Hamzanwadi. Eksistensi Universitas Hamzanwadi sudah dikenal di mancanegara. Hal ini dilihat dari sejumlah kerjasama yang dilakukan dengan pihak perguruan tinggi dari luar negeri seperti Australia dan Jepang.

Prof.DR. Jamaludin, sejarawan dari UIN (Universitas Islam Negeri) Mataram, menyoroti kondisi NWDI dan NW saat ini setelah mengawali pandangannya mulai dari didirikannya NWDI pada tahun 1935 oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Menurut Prof. Jamaludin, NWDI dan NW bagai dua sisi mata uang. Yang satu sisi berupa gambar dan sisi lain berupa angka. Dari kedua sisi tetap akan memunculkan pendirinya yaitu Almagfurullahu Bapak Maulana Assyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Bahwa, apa yang kini nampak terjadi komplik internal hingga satu diantaranya pindah tempat.

Baginya, NWDI dan NW saat ini sedang dalam proses untuk menjadi maju dan besar. Sama halnya apa yang pernah terjadi pada masa Khlalifah Umar yang juga terjadi adanya konflik. Namun, semuanya itu mengandung hikmah yang mengantar Islam bertambah luas (dari adanya konflik yang menyebabkan adanya hijrah) ke tempat lain.

Ibarat dalam sebuah perjuangan, kata dia, butuh kendaraan untuk mencapai tujuan. Karena, kondisi berbeda (ada yang jalan kaki, sepeda motor, mobil) perlu suatu proses yang butuh waktu. Hingga pada suatu ketika (tujuan tercapai menjadi maju, besar dan bermanfaat) barulah perlu kesepatakan butuh kendaraan besar untuk kepentingan bersama dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Insyaa Allah suatu saat akan bersatu. Saat ini masih dalam proses. Maka, yang terbaik adalah Fastabiqul Khairat. Sama-sama jalan. Bertindak arif, tidak memperuncing diantara konflik. Mari kita ikut pesan Guru Besar kita, pendiri NWDI dan NW, Almagfurullah bapak Maulana Assyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pesan beliau kepada dua putrinya untuk seayun dan selangkah,” papar alumni STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Mataram yang mengawali pendidikannya di Madrasah NW Kembang Kerang Kecamatan Aikmel Lotim NTB ini, Selasa (20/09/2022).

Drs. Muksin, M.Pd., Kepala SMP Satap Negeri 2 Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Lotim menyampaikan pandangannya terkait dengan NWDI. Kata dia, NWDI diakuinya suatu organisasi yang sangat diketahuinya sejak kecil dan rata- rata orang Lombok merupakan abituren, cinta NWDI dan NW.

“Meskipun saya dari luar NWDI dan NW namun saya akui kalau menengok kebelakang, pendiri NWDI sendiri adalah seorang ulama’ dan tokoh pejuang pada masa penjajah. Almagfurullahu Maulanassyaikh TGKH M.Zainuddin Abdul Madjid telah berhasil dalam dakwah dan pendidikan. Dan, saya kagum dan empati bahwa NWDI saat ini makin berkembang. Universitas Hamzanwadi yang saat ini sebagai bagian dari buah karya beliau, yang juga satu dari Pahlawan Nasional. Kita berharap NWDI terus maju pesat mengembangkan sayapnya,” kata alumni Pasca Sarjana Universitas Mataram ini, Rabu (21/09/2022).

Sementara itu, Drs. Usup, MA., seorang pendidik MAN Cendekia Lotim, mngatakan kehadiran NWDI kedepan menjadi haraoan bagi pengembangan sumber daya Lombok yang sangat potensial ini. Masa depan daerah Lombok dan NTB bisa diraih dunia akhirat lewat manajemen NWDI.

“Ada Ma’had/Ma’hadah untuk mencetak para ustadz/ulama’ dan bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan kesehatan serta lainnya diharapkan akan menjadi bagian yang vital hadir dalam ikut melangkah dalam menentukan kebijakan yang strategis dalam pembagunan daerah Lombok Timur NTB sebagai bagian dari NKRI ini,” kata Usup yang juga dikenal sebagai budayawan NTB ini. (Kusmiardi).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peserta Triathlon Ironman 70.3 Lombok 2022 Berdatangan

6 Oktober 2022 - 21:55 WITA

LPPM UGR Teliti Potensi Budidaya Porang di Lotim, Begini Potensi dan Ancamannya

5 Oktober 2022 - 19:14 WITA

Kesejahteraan Tumbuh dengan Pendekatan Budaya

4 Oktober 2022 - 15:52 WITA

Ironman Triathlon Lombok 8 Oktober 2022, Begini Penjelasannya

3 Oktober 2022 - 21:14 WITA

Jadi Tokoh Politik, Manfaatkan Beasiswa NTB

3 Oktober 2022 - 14:11 WITA

Ketua MK Kunker ke Bima

1 Oktober 2022 - 19:39 WITA

Trending di Dinamika