Berbagi Berita Merangkai Cerita

Nuna Ajak Keadilan Sosial Pancasila Diwujudkan Dimasa Pandemi Covid-19

11

Wakil Ketua DPD PDIP NTB Raden Nuna Abriadi (kiri) saat membagikan paket sembako pada warga terdampak Covid-19 di wilayah KLU

MATARAM, DS – Wakil Ketua DPD PDIP NTB Raden Nuna Abriadi mengaku, keadilan sosial yang termaktub dalam butir-butir sila kelima, yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, justru sejak lahirnya Pancasila hingga masuk era Orde Lama, orde baru dan reformasi belum terwujud hingga kini.

Oleh karena itu, sebagai kader PDIP yang duduk di kursi legislatif. Nuna memastikan akan fokus memperjuangankan hal itu. “Sebagai wakil rakyat saya akan memilih konsen memperjuangkan keadilan sosial bisa terwujud di NTB,” ujarnya dalam siaran tertulisnya, Jumat (12/6).

Menurut Nuna, pada bulan Juni merupakan momentum bersejaran bagi kader partai di semua wilayah Indonesia. Hal itu menyusul, sejak tahun 2010, biasanya pada Juni disebut sebagai bulan Bung Karno. Menyusul, pada momentum itu merupakan kelahiran Pancasila pada 1 Juni, tanggal 6 Juni 1901 Bung Karno lahir, dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat.

“Makanya, sebagai kader partai saya terus menyuarakan semangat gotong royong . Apalagi, saat pandemi Covid-19, dimana sesuai instruksi partai, maka kader harus bersama rakyat. Sehingga, momentum ini saya lakukan berhotong royong melakukan penyemprotan keliling ke tempat ibadah, baik umat Islam, Hindu dan Budha di wilayah KLU, sekaligus melakukan aksi bakti sosial membagikan paket sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Lobar dan KLU,” jelas Nuna.

Menurut Anggota DPRD NTB, pemerintahan Presiden Jokowi telah tepat mengarahkan kebijakannya untuk fokus menangangi Covid-19 saat ini. Oleh karena itu, Nuna mengajak semua elemen bangsa harus kompak dan bersatu dalam situasi pandemi saat ini.

“Pandemi Covid-19 ini terjadi tidak saja di NTB, tapi di seluruh dunia. Makanya, tolong jangan ada yang bermain di air keruh atau memanfaatkan momen bencana nasional ini guna mengeruk keuntungan diatas tragedi kemanusiaan ini,” tegas Nuna.

Ia menuturkan, kebijakan Presiden Jokowi dengan menggelontorkan dana bantuan pada masyarakat di NTB adalah bentuk nyata kepedulian Presiden sebagai pemimpin tertinggi bangsa Indonesia pada masyarakatnya.
Sehingga, dana dari pusat yang sudah di transfer ke Provinsi NTB, maka harus juga dilakukan refocusing sesuai proporsinya. “Saya mengajak pemda NTB untuk benar-benar menegakan keadilan sosial itu. Yakni, bagaimana dana yang sudah ada itu dipergunakan sesuai porsinya untuk penanggulangan bencana kemanusian. Tolong, jangan ada permainan guna memanfatkan momen wabah nasional ini guna kepentingan kelompoknya,” tandas Raden Nuna Abriadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.