Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTB Tuan Rumah  Konferensi Ulama Internasional  2018

0 12

MATARAM, DS – Provinsi NTB menjadi tuan rumah konferensi ulama internasional untuk kali kedua setelah digelar pada tahun lalu. Dipastikan, Islamic Center (IC) NTB di Kota Mataram akan dipilih menjadi lokasi konferensi ulama internasional pada Kamis (26/7) hingga Minggu (29/7) ini.

Ketua Panitia Konferensi Ulama Internasional, Fauzan Zakaria, mengatakan, sebanyak 500 alim ulama dari dalam dan luar negeri akan hadir pada kegiatan itu. Menurutnya, dari 32 negara yang diundang, sebanyak 21 negara seperti Mesir, Libya, Maroko, Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, Malaysia, Thailand, Singapura, Tunisia, Aljazair, Nigeria, India, Pakistan, Rusia, Ukraina, hingga Brunei Darussalam sudah memastikan diri akan hadir.

Menurut Fauzan, Grand Mufti Mesir Syeikh Syauqi Ibrahim Allam dan Rektor Universitas Al Azhar Al Mahrashawi akan menghadiri konferensi ini. Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo sudah pula dikirimkan surat undangan terkait kegiatan tersebut.

“Tapi, tokoh Islam dari dari Indonesia yang terkonfirmasi hadir adalah pak Din Syamsuddin dan Mahfud MD. Sedangkan, untuk pak Presiden kita masih menunggu informasi terkait kehadiran pak Presiden Jokowi dari kantor Sekretaris Kabinet hingga kini,” ujarnya menjawab wartawan, Selasa (24/7) di ruang media center, komplek kantor Gubernur NTB, Selasa (24/7).

Fauzan menyatakan, konferensi kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama pada tahun lalu. Tujuannya untuk menggali serta mengembangkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, ramah, dan damai seperti tercermin dalam wasathiyyah Islam dalam upaya menanggulangi ekstremisme dan radikalisme dalam beragama guna menghadirkan konsep wasathiyyah Islam dan implementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; mengukuhkan pandangan ahlussunnah wal jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagaman.

“Kalau, pertemuan pertama tahun lalu belum selesai. Problem umat Islam ialah banyaknya konflik di dunia. Tantangan terbesar kita mencoba menawarkan konsep-konsep dalam menangani konflik yang ada di dunia,” tegasnya.

Fauzan menjelaskan, sejumlah topik diantaranya ahlussunah wal jamaah, urgensi persatuan, moderasi Islam dalam pemikiran teologi, moderasi Islam dalam pemikiran politik, moderasi Islam dalam pemikiran tasawuf, moderasi Islam dalam pemikiran hukum Islam, serta masalah-masalah kontemporer dalam perspektif moderasi Islam akan dibahas pada konferensi itu.

“Konferensi ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB, dan Organisasi Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia,” tandas Fauzan Zakaria. RUL.

Leave A Reply