Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTB Perioritaskan Mega Proyek Global Hub KLU

0 7

MATARAM, DS – Pemprov melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB dipastikan terus menggenjot pembangunan mega proyek Global Hub atau yang dikenal dengan Bandar Kayangan di KLU hingga akhir tahun 2017. Direncanakan, penjajakan menggaet investor akan dijadikan skala perioritas untuk tahap pertama. Sebab, hal tersebut merupakan perioritas yang dikehendaki pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB, H. Lalu Gita Ariyadi mengaku, draft penjajakan kerjasama dengan sejumlah investor dari luar negeri diantaranya Rusia dan China.
Langkah itu dilakukan, menyusul Global Hub belum masuk ke dalam RT/RW Nasional. “Sambil menunggu jawaban resmi dari surat pak Gubernur ke Presiden Jokowi soal perubahan RT/RW Nasional, kita tidak berdiam diri. Kami terus mematangkan draf perjanjian kerjasama sebagai langkah awal sebagai lanjutan menyukseskan program nasional, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ungkap Gita Aryadi menjawab wartawan, Jumat (31/3).

Menurutnya, kawasan di Bandar Kayangan memiliki letak yang sangat strategis lantaran posisinya yang berada di Selat Lombok. Sehingga, kehadiran Global Hub juga menjadi terobosan baru dalam menyiasati kepadatan yang ada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang merupakan jalur pelayaran internasional yang banyak dilintasi kapal asing mulai dari Selat Makassar, hingga Laut Sulawesi.

Apalagi, kata Gita, posisi Selat Malaka kini telah mulai padat. Oleh karenanya, diperlukan alternatif untuk pelayaran dunia. “Maka, pilihannya jelas adanya Global Hub. Kan Selat Lombok memiliki keunggulan lokasi strategis yang menjadi jalur perdagangan dunia dengan sisi barat ke arah Jepang, dan sisi selatan dengan Australia,” ujarnya.

Mantan Asisten II Setda NTB itu mengatakan, kawasan seluas 6.000 hektare ini juga berpotensi sebagai pusat utama untuk menekan tinghinya biaya distribusi di wilayah Indonesia timur. Apalagi, dalam pertemuan dengan investor di Jakarta beberapa waktu lalu, Anggota Komisi VII DPR dari Dapil NTB Kurtubi mendukung penuh pembangunan kawasan Global Hub yang menurutnya bisa berkontribusi pada tingginya biaya distribusi. Menurut Kurtubi, pembangunan kilang minyak juga sebaiknya di kawasan ini ketimbang di wilayah Kalimantan. Dengan begitu, akan mengefisienkan sisi biaya bagi distribusi kebutuhan BBM nasional di wilayah Indonesia Timur.

“Rencana potensi investasi di kawasan yang akan menjadi ‘Singapura baru’ ini sekitar Rp 150 triliun sampai Rp 200 triliun,” ucap Gita.

Terkait bentuk pembangunan apakah akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), nenurutnya, hal tersebut masih sedang dalam proses pembahasan. Gita berharap pemerintah pusat dan daerah bisa bersinergi untuk mempercepat proses perencanaan tersebut guna ditawarkan kepada investor. Pemprov NTB saat ini sedang memperjuangkan ide besar ini agar masuk dalam dokumen perencanaan. “Kalau kata Pak Jokowi bisa saja melalui KEK tapi tunjukan dulu ada tidak investornya. Inilah yang jadi tantangan kami saat ini,” tandas Gita Aryadi. fahrul

Leave A Reply