Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTB Optimis Program Dana Bantuan Hibah Australia untuk Perbaiki Jalan Provinsi Berlanjut

0 57

MATARAM, DS – Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, proyek percontohan program peningkatan pemeliharaan jalan provinsi (Provincial Road Improvement and Maintenance/PRIM) bantuan lembaga inisiatif infrastruktur Australia untuk Indonesia (IndII) di wilayah NTB yang telah dilakukan pada periode 2013-2015 untuk tahap pertama dan 2016-2018 untuk tahap kedua, bakal dilanjutkan untuk tahap berikutnya.

Zul mengaku optimis pemerintah Australia masih akan memberikan bantuan dana mereka terkait pembangunan infrastruktur jalan di wilayah NTB melalui program PRIM bantuan IndII tersebut.

“Insya Allah, sesegera mungkin saya akan menindak lanjuti pembicaraan lanjutan terkait kelanjutan program yang sudah ada itu untuk bisa berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya,” ujar Gubernur menjawab wartawan usai usai membuka Tourism Island Forum, di Hotel Santika Mataram, Senin (29/4).

Ia menyatakan, saat ini masih banyak jalan-jalan di wilayah NTB yang perlu sentuhan untuk ditingkatkan kualitasnya. Utamanya, di wilayah Pulau Lombok. Salah satunya di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

“Saya sudah naik trail keliling ke Sekotong, disitu memang masih banyak akses jalan yang kondisinya buruk, sehingga perlu ada bantuan dana dari pihak luar negeri. Salah satunya, oleh pemerintah Australia,” kata Zul.

Program PRIM bantuan IndII selama ini di NTB di fokuskan pada peningkatan kinerja dan pemeliharaan jalan provinsi penggantian biaya dengan berdasarkan hasil keluaran/output.

Rincian kegiatan yang telah berjalan di NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum, meliputi, program “backlog” dan pekerjaan “minor”, mencapai 689,07 kilometer, program pemeliharaan berkala jalan sepanjang 25,8 kilometer, dan rehabilitasi jalan sepanjang 30,85 kilometer.

Selain itu, program pemeliharaan rutin dengan swakelola pada 2013 sepanjang 320,08 kilometer, 2014 dan 2015 masing-masing sepanjang 1.121,56 kilometer.

Proyek percontohan PRIM di wilayah NTB tahap pertama tahun anggaran 2013-2015 didukung dana hibah Australia sebesar 12,2 juta dolar Australia, dan dana perimbangan dari APBD NTB sebesar Rp269,75 miliar.

Dana APBD NTB itu dialokasikan dalam tahun jamak yakni 2013 hingga 2015, yang telah didukung peraturan daerah (perda) yang ditetapkan DPRD NTB, pada 28 Oktober 2013. Programn PRIM merupakan lanjutan dari program infrastruktur sebelumny. Yakni, program EINRIP di Sumbawa berhasil menciptakan jalan baru, yang berdampak pada akses pasar, sekolah dan tempat lainnya.

` Dampak nyata dari program EINRIP itu yakni kelancaran transportasi meningkat 40 persen, di Pulau Sumbawa, dari sebelum implementasi program peningkatan ruas jalan tersebut. Proyek penataan jalan nasional di Pulau Sumbawa, NTB dengan dukungan dana dari Pemerintah Australia sejak 2009 itu, dirampungkan kontraktor pelaksana pada akhir 2012.

Pemerintah Australia mengalokasikan dana sebesar Rp441 miliar untuk empat paket pembangunan jalan nasional program Eastern Indonesian National Road Improvement Project (EINRIP) di Pulau Sumbawa.

Dukungan anggaran ratusan miliar itu mencakup ruas jalan satu arah di empat lokasi yang total panjangnya mencapai 79,8 kilometer dengan lebar jalan enam meter dan bahu jalan masing-masing 1,5 meter.

Program EINRIP merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Australia terhadap penataan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia, dan NTB mendapat dukungan pagu anggaran sebesar Rp441 miliar.

Bantuan Australia itu merupakan pinjaman lunak (Loan) dalam jangka waktu 10 tahun. Namun, pelelangan proyek jalan program EINRIP itu terbuka untuk kontraktor berskala internasional, termasuk dari Australia selaku negara donor.

Program EINRIP di wilayah NTB itu mencakup pembangunan empat ruas jalan di Kabupaten Sumbawa. Keempat ruas jalan itu yakni dari Sumbawa Besar (ibukota Kabupaten Sumbawa) jalur “by pass”, Pal-4 kilometer 70 Plampang (batas wilayah Sumbawa dengan Dompu), Batas Cabang Dinas Dompu, dan Batas Cabang Dinas Dompu-Banggo.

Pagu anggaran untuk ruas jalan Sumbawa Besar “By Pass” mencapai Rp89 miliar untuk panjang jalan 11,5 kilometer dan pagu anggaran untuk untuk ruas jalan Pal-4 kilometer 70 Plampang sebesar Rp152 miliar dengan panjang jalan 29,5 kilometer.

Sementara pagu anggaran untuk ruas jalan Batas Cabang Dinas Dompu sebesar Rp 80 miliar dengan panjang jalan 14 kilometer, dan pagu anggaran untuk ruas jalan Cabang Dinas Dompu-Banggo mencapai Rp120 miliar dengan panjang jalan 19 kilometer.

“Pokoknya, program-program bantuan dari Australia baik itu berupa hibah atau macam jenis lainnya, saya pastikan akan kita tindak lanjuti sesegera mungkin. Nanti saya langsung yang berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia,” tandas Zulkieflimansyah. RUL.

Leave A Reply