Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTB Masifkan Tracing dan Testing

35

FOTO. dr. H. Lalu Hamzi Fikri. (FOTO. RUL)

MATARAM, DS – Dinas Kesehatan Provinsi NTB kembali memasifkan tracing dan testing dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Pasalnya, kasus baru yang terkonfirmasi positif di Provinsi NTB kian meningkat dan mengkhawatirkan. Data, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi pada Senin (25/1) malam mencatat, adanya sebanyak 50 kasus positif baru di NTB.

Sebanyak 50 kasus baru itu diperoleh dari berbagai wilayah di NTB. Kota Mataram sebanyak 15 kasus positif, Lombok Barat sebanyak 5 kasus positif, Lombok Tengah sebanyak 4 kasus positif, KLU sebanyak 2 kasus positif, Kabupaten Sumbawa sebanyak 16 kasus positif, dan Kabupaten Bima sebanyak 8 kasus positif baru.

“Kami akan lakukan screening dan tracing masif dengan memperbanyaknya menjadi 1 orang positif menjangkau jumlah ideal sebanyak 30 orang. Jadi, dengan upaya screening dan tracing masif itu kasus positif covid-19 akan bisa ditekan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. H. Lalu Hamzi Fikri pada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/1).

Mantan Dirut RSUD Provinsi NTB itu mengungkapkan, jika dirinya telah memerintahkan jajaranya untuk intensif kembali melakukan screening dan tracing. Sehingga, kasus baru yang dilaporkan pun sempat landai beberapa waktu lalu. Dan baru mulai naik di awal tahun 2021 akan bisa ditekan dengan optimal. 

Hamzi menuturkan, langkah menekan wilayah yang masuk zona merah Covid-19 agar bisa kembali masuk zona oranye dan kuning hingga hijau adalah hanya dengan melalui screening dan tracing yang masife.  Mengingat, cast fertility rate NTB mencapai 4,7 itu, jelas masuk katagori tinggi. 

“Makanya, pilihan mengimbangi tracing masife sebagai dasar swab harus pula kita lakukan. Harapannya, alat PCR kita di tujuh kabupaten/kota di NTB bisa berjalan dan berfungsi juga dengan baik. Jadi, tadi rapat perdana itu, sudah saya minta jajaran untuk melakukan pemetaan terkait kendala daripada tracing masife itu,” jelasnya. 

Meski berencana akan memokuskan pada screening dan tracing itu. Namun Hamzi Fikri tidak menampik jika langkah itu juga masih mengalami kendala. Diantaranya, kemampuan fasilitas kesehatan hingga masyarakat yang meminta hasil PCR Swab untuk kegiatan perjalanan ke luar daerah.

“Jadi, jika pusat membantu adanya bantuan peralatan PCR untuk wilayah Pulau Sumbawa, maka itu juga menjadi baik dan sangat membantu kami di daerah yang memang harus diakui untuk di wilayah Pulau Sumbawa baru satu yang melayaninya. Yakni, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark. Sehingga memang perlu ada penambahan,” tandasnya. 

“Kami sudah sampaikan permintaan itu langsung ke Kepala BNPB Pak Letjen Doni Manardo saat berkunjung ke NTB. Namun belum ada respon hingga kini,” sambungnya Lalu Hamzi Fikri. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.