Berbagi Berita Merangkai Cerita

NTB Kirim 100 Ekor Sapi ke Jabar

21

FOTO. Sekda NTB HL. Gita Ariadi (kanan) didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menyaksikan penanda tanganan pasokan sapi dari NTB ke Jabar. (FOTO. RUL

MATARAM, DS – Pemprov NTB mengirimkan sebanyak seribu ekor sapi ke Pemprov Jawa Barat. Penandatanganan kerjasama pasokan sapi dari NTB ke Jabar itu dilakukan dua Perusda milik kedua Pemprov yakni, Dirut Perusda NTB yakni, PT. Gerbang NTB Emas (GNE) dengan BUMD milik Pemprov Jabar yakni, PT Agro Jabar, disaksikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Sekda NTB HL. Gita Ariadi mewakili Pemprov NTB.

Dipastikan, pasokan sapi itu akan bisa mengurangi ketergantungan kebutuhan masyarakat Jabar terhadap daging sapi ang selama ini didatangkan dari luar negeri.

“Pastinya, kami bangga mendapat suplai daging sapi dari NTB, di mana suplai kebutuhan daging Jawa Barat tidak selalu mengandalkan impor,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam siaran tertulisnya, Kamis (28/1).

Sapi yang dikirim dari NTB itu bukan jenis sapi siap potong melainkan untuk proses penggemukan dan pembibitan terlebih dahulu sehingga ke depan dapat terus bertambah banyak.

Kang Emil berharap dengan adanya sapi dari dalam negeri itu merupakan upaya ke depan bahwa pasokan sapi tidak lagi dari luar negeri melainkan sudah bisa lintas provinsi.

“Suatu hari suplai daging sapi bisa disuplai oleh diri sendiri maksimal datang dari perdagangan lintas provinsi,” kata dia.

Dalam setahun kebutuhan sapi untuk masyarakat Jabar sekitar 700 ribu ekor yang biasa diolah untuk bakso, sate, abon dan berbagai jenis olahan makanan lainnya.

Ia berharap NTB ke depan bisa menghasilkan sapi lebih banyak atau seperti yang ditargetkan mencapai satu juta ekor sapi dalam setahun.

“Kalau NTB bisa berhasil tadi sejuta sapi, 70 persennya sudah habis oleh Jawa Barat,” tegas Ridwan.

Pria yang akrab dipanggil Emil berharap PT Agro Jabar bisa menambah suplai sapi dari daerah lain untuk kebutuhan masyarakat Jabar.

“Jadi seribu (ekor) silakan, masih ada gak suplainya,” tandas Kang Emil. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.