Normalisasi Sungai Upaya Cegah Banjir Terulang di Primggabaya

Marhaban

SELONG, DS – Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pringgabaya, ditengarai disebabkan oleh sedimentasi yang dangkal pada sungai Cermai. Pendangkalan ini hampir mencapai 70 cm, sehingga perlu dilakukan pengerukan agar terjadi lagi banjir susulan separah kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, Marhaban, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) NTB untuk memperbaiki tanggul yang jebol.

“Kami di kabupaten akan mengerjakan alur sungainya,” ujarnya.

Akibat derasnya air, Marhaban juga menyebut sedimentasi pada sungai juga turut hanyut. Sehingga jika terjadi banjir lagi, dampaknya akan lebih kecil dari sebelumnya.

Namun, usaha normalisasi sungai tentu harus tetap dilakukan. Tentunya dibutuhkan pembahasan anggaran dalam hal ini.

“Selain itu juga, pendangkalan ini terjadi akibat sampah yang dibuang. Bahkan, kita temukan di lapangan, irigasi dijadikan kebon pisang oleh masyarakat kita,” tuturnya.

Begitu juga dengan banyaknya bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. Ia pun mengajak pemerintah desa untuk menghimbau masyarakat agar tidak membangun pemukiman di bantaran sungai.

“Kalau ada yang membangun seperti itu, ditegur. Segara lapor. Jangan hanya melapor pada setelah terjadi bencana,” pintanya.

Sementara itu, Toni Wibowo, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Lombok Timur menyebutkan 1.945 rumah terdampak bencana ini. Serta membenarkan jebolnya tanggul menyebabkan terjadinya bencana banjir tersebut.

“Kalau berbicara kerugian saya rasa tidak ada. Karena yang rusak akibat banjir ini hanya tanggu. Sementara fasilitas lain tidak ada yang rusak,” ungkapnya.

Senada dengan Marhaban, Toni pun mencatatkan perlunya normalisasi sungai untuk mencegah kembali terjadinya banjir. Dd

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.