Berbagi Berita Merangkai Cerita

Nama Orangtua Berbeda-Beda di Ijazah Tiga Anaknya, Satu Desa di KLU Malah Ada 50 Kasus

0 58

KLU,DS-Persoalan adminduk di KLU belum sepenuhnya tuntas. Masalah yang paling ribet adalah kasus beda nama orangtua dan kawin cerai. Di satu desa seperti Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, KLU, terdapat seabreg kasus yang memerlukan penanganan.

PPKD desa setempat, Samiun, Kamis (12/3), mengemukakan di desanya terdapat 50 kasus beda nama orangtua antara satu dokumen dan dokumen lainnya. Sebutlah nama orangtua di KK yang berbeda dengan nama di ijazah anaknya.

Hal ini berkaitan dengan tradisi menambah sebutan bapak yaitu “Amaq”. Jika seorang bapak memiliki anak maka di depan namanya ditulis sebutan “Amaq” dengan tambahan nama anak sulungnya. “Kasus ini mencapai 50 an,” katanya.

Masalah ini sudah berlangsung menahun sehingga sering kali berdampak pada terabaikannya mereka sebagai penerima bantuan sosial. Kecenderungan itu sendiri dipicu pembuatan dokumen sering terburu-buru. “Warga mengurusnya jika ada kebutuhan,” ujar Samiun.

Dalam kasus tersebut ia mencontohkan seorang bapak bisa memiliki nama berbeda di ijazah tiga orang anaknya. Artinya, hanya satu anak yang namanya sesuai dengan nama orangtua di KK dan ijazah. “Kasus ini baru saya tangani,” ujarnya. Ironisnya, nama berbeda pun terdapat pada sertifikat tanah dengan dokumen lain.

Selain kasus beda nama orangtua, terdapat juga kasus beda NIK yang jumlahnya tidak pula kecil. “Pun ada ratusan kasus beda alamat di desa kami karena adanya pemekaran desa beberapa waktu laku,” ujar Samiun.

Sementara itu kasus kawin cerai pun menjadi problem adminduk. Di Desa Sambik Elen, kata dia, terdapat kasus perkawinan seorang warga yang kawin cerai. Dari empat perkawinannya, hanya perkawinan pertama yang dilakukan secara tercatat.

“Setiap kali menikah memiliki satu anak. Jadi anaknya empat dari empat perkawinan,” katanya. Dengan kata lain, harus dilakukan isbat nikah sekaligus penerbitan akta perceraian yang berulang-ulang agar bisa diperoleh dokumen adminduk lain yang lengkap bagi si anak.

Kasi Pemeritahan Desa Sambik Elen ini mengaku bersyukur adanya pendampingan LPA-Kompak berkaitan dengan pembentukan Pokja Adminduk. Karena itu pula, pihak Pemdes telah menganggarkan kegiatan tersebut, termasuk isbat nikah ditahun 2020 yang mengakomodasi 50 pasangan suami istri.

Sekretaris LPA NTB, Sukran Hasan, mengemukakan, kasus serupa dengan yang terjadi di Sambik Elen juga masih dijumpai di desa lain. Dalam kasus beda nama orangtua di tiga ijazah anaknya, ia mengemukakan bisa diatasi dengan meminta surat keterangan dari sekolah bersangkutan dengan berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil setempat. ian

Leave A Reply