A place where you need to follow for what happening in world cup

Nakes di Loteng Diminta Bersabar, Dokter Jack : Semua Nakes Dilibatkan di Ajang WSBK

44

MATARAM, DS – Pemprov NTB akan melibatkan semua tenaga kesehatan (Nakes) untuk masuk menjadi tim kesehatan dalam ajang World Superbike (WSBK) dan MotoGP yang akan digelar di sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Ajang bergensi dunia tersebut membutuhkan sebanyak 400 orang nakes.

“Pilihan kita jelas, yakni kita akan akomodir semua nakes yang ada. Salah satunya nakes di Kabupaten Lombok Tengah. Jadi enggak benar Informasi yang beredar soal ada nakes di Loteng yang enggan akan dipakai itu,” ujar Dirut RSUD Provinsi NTB, dr H. Lalu Herman Mahaputra alias Dokter Jack pada wartawan, Senin (11/10).

Menurut Dokter Jack, kebutuhan sebanyak ratusan nakes itu, akan ditempatkan di masing-masing venue. Kata dia, Nakes tersebut tidak akan mampu dilakukan jika hanya mengandalkan RSUD NTB. Oleh karena itu, Nakes dari masing-masing rumah sakit dan puskesmas akan dilibatkan.

“Kebutuhan kita 400 Nakes. Sehingga, kita harus libatkan Nakes dari rumah sakit hingga puskesmas. Termasuk di Pujut dan di sekitar kawasan Lombok Tengah. Nanti, mereka akan kita berdayakan paling utama, tentunya,” tegas Dokter Jack.

Mantan Dirut RSUD Kota Mataram itu mendaku, perekrutan nakes akan dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan sambil terus melakukan koordinasi dengan pihak ITDC dan MGPA.

Telebih, lanjut dia, ajang WSBK merupakan event dunia. Tentunya, harus ada prosedur yang harus dilakukan. Salah satunya, perlu ada gladi terlebih dahulu untuk menentukan titik-titik dimana, nakes itu akan ditempatkan

“Disini, kami minta Nakes untuk bersabar karena proses masih panjang. Intinya, step by step nanti kita libatkan sambil kita pelajari prosedur kerja event dunia yang juga jelas pelayanannya berstandar dunia,” jelas Dokter Jack

Ia menambahkan, semua proses perekrutan Nakes di sirkuit Mandalika harus sesuai dengan layanan standar medical center yang nantinya akan diseleksi terlebih dahulu oleh tim RSUD Provinsi NTB.

“Saya minta kerjasama para Nakes di Lombok Tengah untuk lebih bersabar. Insyaallah semua akan kita pakai tapi patuhi dulu aturan dan sistemnya,” tandas dr Lalu Herman Mahaputra.

Sebelumnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pujut, mengkritisi jika Nakes di Lombok Tengah hanya dilibatkan untuk percepatan 70 persen vaksinasi, sementara saat WSBK tidak dilibatkan. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas